Rumah Mewah Albertus van Der Parra, Jejak Gubernur VOC di Tanah Depok

Ketua Umum Depok Herittage Community, Ratu Farah Diba di rumah tua Cimanggis peninggalan Gubernur Gubernur VOC ke-29, Jenderal Albertus van Der Parra. (DepokToday.com)
Ketua Umum Depok Herittage Community, Ratu Farah Diba di rumah tua Cimanggis peninggalan Gubernur Gubernur VOC ke-29, Jenderal Albertus van Der Parra. (DepokToday.com)

DepokToday- Sejak ditetapkan sebagai situs cagar budaya, kondisi rumah tua Cimanggis, peninggalan Gubernur VoC ke-29, Jenderal Albertus van Der Parra, mulai terlihat lebih baik. Bangunan bersejarah itu terletak di kawasan Cisalak, Kecamatan Sukmajaya, Depok.

Padahal sebelumnya, bangunan yang diperkirakan berdiri sejak tahun 1775-1778 itu terbengkalai, dan nyaris punah.

Adalah Ketua Umum Depok Herittage Community, Ratu Farah Diba, satu dari sekian peneiliti dan sejawan asal Depok yang memperjuangkan situs bersejarah tersebut.
Dan apa yang dilakukan wanita berhijab itu kini mulai membuahkan hasil.

Baca Juga: TMII, Mimpi Ibu Tien Soeharto Bangun Disneyland Khas Indonesia

Bangunan dengan luas sekira 1.000 meter persegi itu saat ini telah bisa dinikmati oleh banyak pihak, tanpa harus takut roboh.

Tak hanya itu, ilalang dan rimbunnya pohon yang tadinya menutupi bangunan pun kini telah bersih. Namun demikian, wanita yang akrab disapa Farah itu menegaskan, upaya pelestarian atas rumah bersejarah itu masih terus berlanjut.

“Langkah selanjutnya kami berupaya agar bangunan ini direvitaslisasi. Saat ini sedang dalam tahap pembahasan,” katanya dikutip pada Selasa 27 Juli 2021.

Rumah tua Cimanggis (DepokToday.com)
Rumah tua Cimanggis (DepokToday.com)

Upaya tersebut, kata Farah tentunya akan melewati sederet proses yang cukup panjang. Mengingat lahan, tempat bangunan itu berdiri adalah milik Kementerian Agama. Rencananya, ia berharap Pemkot Depok dapat mensurati Kemenag agar bangunan tersebut bisa dihibahkan.

“Setelah disepakti kami ingin merivitalisasi karena kalau restorasi itu kan harus 100 persen asli, tapi kalau revitalsiasi bisa mendekati sampai 70 persen. Tentu sebelumya akan dilakukan kajian. Hasilnya akan menjadi rujukan, termasuk teknis pelaksanaannya nanti seperti apa.”

Melongok Rumah Albertus van Der Parra

Farah menjelaskan, rumah tua ini memiliki nilai sejarah yang cukup tinggi. Dibangun pada tahun 1775-1778, rumah itu peninggalan Gubernur VoC Jenderal Albertus van Der Parra untuk istri keduanya, yakni Yohanna van Der Parra. Menurut hasil kajian peneliti, ornamen yang ada di di rumah itu terbilang langka di Indonesia karena sangat modern pada zamannya dulu.

“Disini ada empat kamar tidur. Di depan itu kamar utama dan kamar anaknya. Di ruang tengah ruang utama. Di belakang ruang keluarga. Yang membedakan kamar utama dan kamar anak bisa dilihat dari ornamen atau hiasan fentilasi di atas pintu yang berbentuk gambar bayi,” kata Farah.

Pada bagian belakang bangunan, terdapat beranda yang dulunya digunakan oleh keluarga bangsawan itu untuk menikmati teh sambil melihat pemandangan yang tadinya adalah situ atau danau. Namun kini telah menjadi hamparan pemukiman padat penduduk.

Proyek UIII

Sebelum disahkan sebagai cagar budaya, bangunan peninggalan zaman kolonial Belanda yang sempat dihuni keluarga Jenderal Albertus van Der Parra itu sempat diisukan bakal dirobohkan terkait proyek pembangunan kampus Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII).

Namun belakangan pihak proyek memastikan bangunan akan tetap terjaga dan tidak akan dirobohkan.

Rumah tua Cimanggis yang memiliki luas bangunan sekira 1000 meter persegi itu telah ditetapkan sebagai bangunan yang dilindungi berdasarkan Surat Keputusan Wali Kota bernomor 593/289/Kpts/Disporyata/Huk/2018, tanggal 24 September 2018 tentang Penetapan Bangunan Cagar Budaya Gedung Tinggi Rumah Cimanggis. (rul/*)