RSUD Penuh, Kasus COVID di Depok Mencekam

0
615
Brimob semprot cairan disinfektan untuk mencegah penyebaran Corona (DepokToday, Rul)

SAWANGAN- Kasus COVID-19 di Kota Depok terus mengalami kenaikan sejak sebulan terakhir. Akibatnya, ketersedian ruang perawatan di rumah sakit pun kian menipis.

Kondisi itu nyaris terjadi merata, salah satunya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Depok. Angka keterisiannya saat ini telah naik lebih dari 80 persen dibanding bulan lalu.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Novarita mengaku khawatir dengan kondisi tersebut.

“Ya sekarang makin mencekam lah. Artinya meningkat terus persentasenya, sudah 80 persen lebih lah,” katanya Selasa 5 Januari 2021

Baca Juga: Depok ‘Surganya’ Apartemen, Tapi Minim Madrasah Negeri

Ia memperkirakan, saat ini jumlah keterisian di RSUD telah mendekati angka 90 persen. Itu terjadi pada ruang perawatan maupun ICU. “Ya hampir mendekati 90 persen,” ujarnya

Novarita mengatakan, jumlah tempat tidur untuk pasien isolasi COVID-19 di Kota Depok kuotanya sekira 591 kasur. “Kalau ICU-nya ada 56.”

Menurutnya, kondisi saat ini tidak hanya terjadi di Kota Depok, tapi juga di Jakarta. “Ya sama aja, disini juga begitu, kan cuman 56 kasur, yang butuh se-Depok,” kata dia

Ketika ditanya apakah ruang ICU di sejumlah rumah sakit rujukan COVID-19 untuk Depok sudah penuh, Novarita pun tak menampik. “Ya begitu,” katanya

Novarita menegaskan, penanganan pasien COVID-19 tidak akan menganggu pasien lain.

“Sudah dibedakan tempat tidur untuk COVID dan non-COVID. Tapi kan sekarang kasus-kasus juga banyak yang meningkat. Saya enggak punya data untuk ICU non-COVID saya enggak tahu berapa ini (angka) nya,” ujarnya

Khusus untuk pasien tanpa gejala atau orang tanpa gejala (OTG) COVID-19, Depok mengandalkan Wisma Makara dan Wisma Jepang yang ada di lingkungan Universitas Indonesia (UI).

“Mudah-mudahan kita lagi upayakan untuk bisa menambah ruang ICU di rumah sakit. Mudah-mudahan bisa terealisasi.”

Untuk diketahui, kasus terkonfirmasi positif di Kota Depok saat ini jumlahnya telah mencapai 18.514 orang, jumlah pasien aktif 3.623 orang, pasien sembuh  14.450 orang, dan meninggal dunia 441 orang. (rul/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here