RS Brimob Resmi Jadi Rujukan Pasien Covid-19

Petugas medis RS Brimob (istimewa)

DEPOK– Rumah Sakit Bhayangkara Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat resmi ditunjuk sebagai rumah sakit rujukan pasien Covid-19 (Corona) mulai Jumat 20 maret 2020.

Keputusan itu merunut pada instruksi pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, sebagai tindak lanjut arahan Presiden RI. Joko Widodo dan arahan Kapolri, Jenderal Polisi Idham Aziz dalam mengantisipasi dampak dari penyebaran virus Covid-19.

Terkait hal itu, RS Bhayangkara Brimob pun telah mempersiapkan sarana prasarana berupa ruang isolasi, yang disebut-sebut mampu mengakomodir 17 tempat tidur dan lima perawatan ICU.

“Jumlah personel yang disiapkan meliputi personel RS Bhayangkara Brimob dan akan diperbantukan dari personel luar yang dalam hal ini, berkoordinasi dengan Pusdokkes dan Dinas Kesehatan setempat,” kata Wakil Kepala RS Bhayangkara Brimob, Komisaris Polisi dokter Arinando

Sejumlah personil medis yang berjaga telah dilengkapi dengan alat pelindung diri (APD). Guna mengantisipasi penambahan jumlah pasien Covid- 19, maka akan dibuka lebih banyak sarana dan prasarana sesuai kebutuhan.

“Kapasitas saat ini dapat sampai dengan 71 tempat tidur, jumlah ini dapat berubah sesuai kebijakan pimpinan,” jelas Arinando

Dalam penanganan pasien Covid-19, pihak RS Brimob Membuat SOP kewaspadaan di titik-titik masuk rumah sakit, diantaranya pengecekan suhu tubuh dengan termal scanner dan pemberian label hijau bagi pengunjung denga suhu dibawah 37, 5 derajat celcius serta label merah untuk suhu tubuh diatasnya.

Kemudian, pemberian masker bagi pengunjung batuk pilek dan setiap pengunjung diwajibkan melakukan enam langkah cuci tangan yang baik dan benar. Untuk penaganan pasien Covid-19 dilakukan screening dan memenuhi kriteria orang dalam pemantauan (ODP) akan diberikan edukasi untuk isolasi diri selama 14 hari secara mandiri.

Sedangkan kriteria pasien dalam pengawasan (PDP) akan dirawat di ruang isolasi, dilakukan pemeriksaan Covid-19. “Jika pemeriksaan beberapa kali negatif akan dipindahkan ke ruang perawatan biasa, sedangkan jika terjadi perburukan akan ditempatkan pada ruang ICU.”

Arinando juga memberikan imbauan pada pengunjung diantaranya, mentaati alur dan aturan yang telah ditetapkan oleh rumah sakit, pasien jujur akan kondisi diri saat dilakukan screening. “Jika batuk pilek senantiasa menggunakan masker dan mengikuti anjuran dalam etika batuk.”

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk senantiasa menjaga jarak (physical distancing) dan selalu mencuci tangan serta menghindari menyentuh area hidung, mata, mulut denga tangan yang kotor.

“Untuk masyarakat kami turut mengimbau agar tidak perlu panik dengan adanya wabah virus ini. Selalu berfikir positif, lakukan hidup sehat dan bersih serta selalu cuci tangan,” kata Arinando (rul/*)