Ringankan Warga, Disdukcapil Depok Hapus Denda Keterlambatan

Gedung Pemkot Depok (Foto: Depoktoday.com)
Gedung Pemkot Depok (Foto: Depoktoday.com)

DEPOK –  Mencoba meringankan beban warga Depok dalam mengurus administrasi kependudukan. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) menghilangkan denda keterlambatan pengurusan administrasi kependudukan.

Kepala Disdukcapil Kota Depok Nuraeni Widayatti menerangkan, kebijakan ini dilakukan berdasarkan adanya Peraturan Wali Kota Nomor 46 Tahun 2020 tentang Pembebasan Sanksi Administratif Peristiwa Kependudukan Selama Pandemi Covid-19.

Hal tu diambil untuk meringankan masyarakat yang terkena dampak pandemi. “Kini tidak ada lagi pelayanan yang dirasa memberatkan,” sebut Nuraeni saat dikonfirmasi pada Minggu 20 Jui 2021.

Lebih lanjut kata dia, sebelumnya, denda diberlakukan bagi keterlambatan dalam pengurusan administrasi kependudukan dan pencatatan sipil.

Hal itu, juga sesuai dalam Pasal 79 Perda Kota Depok No 10 Tahun 2015. Yaitu tentang Perubahan Ketiga atas Perda Kota Depok No 05 Tahun 2007 tentang Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan.

Baca juga: COVID-19 Depok Melejit, Disdukcapil Depok Sesuaikan Jadwal Pelayanan

“Untuk ini aturannya ada di Perda Pasal 79 jika pelaporan melampaui batas waktu 30 hari sejak terjadi perubahan, akan dikenakan denda Rp 100 ribu. Lalu untuk pelaporan karena KK rusak atau hilang melampaui batas 14 hari akan dikenakan denda Rp 50 ribu,” papar dia.

Penerapan denda sambung Nuraeni, sebelumnya diberlakukan kepada pengurusan akta kelahiran, laporan perkawinan, laporan perceraian, laporan perubahan status kewarganegaraan, laporan perubahan susunan keluarga dan elemen data di kartu keluarga (KK).

“Denda ini tergantung dari jenis administrasi. Namun, denda pelayanan tersebut sudah tidak ada atau dihapus. Ini komitmen Wali Kota, Mohamamd Idris bersama Disdukcapil Kota Depok,” ujarnya.

Dengan adanya aturan baru ini, dia tetap berharap, masyarakat Depok dapat mengurus semua administrasi kependudukan sesuai waktu yang telah ditentukan. Apalagi menurut dia, semua pelayanan saat ini bisa dilakukan secara online, jadi semua kemudahan telah diberikan. (lala/*)