Ricuh di Markas Polres Metro Depok, Ini Penyebabnya

Kapolres Metro Depok, Komisaris Besar Imran Edwin Siregar berusaha menenangkan sejumlah massa yang melakukan aksi protes pada Senin 17 Mei 2021. (Foto: Depoktoday.com)
Kapolres Metro Depok, Komisaris Besar Imran Edwin Siregar berusaha menenangkan sejumlah massa yang melakukan aksi protes pada Senin 17 Mei 2021. (Foto: Depoktoday.com)

MARGONDA- Sejumlah orang terlibat aksi saling dorong dengan aparat di Markas Polres Metro Depok, Jalan Margonda pada Senin 17 Mei 2021. Peristiwa menegangkan itu diduga dipicu aksi protes pemeriksaan seorang ketua kelompok organisasi masyarakat (Ormas) di kota tersebut.

“Saya lihat di CCTV karena saya lihat ini tak wajar maka saya keluar,” bentak Kapolres Metro Depok, Komisaris Besar Polisi Imran Edwin Siregar saat menghadapi massa.

Namun sejumlah pria yang terlihat mengenakan kain kepala putih itu bersikeras meluapkan protes ingin berada di dalam polres. Alhasil, adu mulut yang berujung pada aksi saling dorong dengan aparat itu pun tak terelakan.

“Saya kapolres, saya kapolres. Mau saya terima atau tidak terserah saya. Provost, bubarin ini, bubarin,” gertak Imran.

Mendengar pernyataan kapolres, massa pun akhirnya melunak. Mereka kemudian membubarkan diri, dan beberapa perwakilannya kembali masuk ke ruang penyidik. Video terkait kejadian itu sempat viral di media sosial.

Baca Juga: Polisi Bakal Jemput Pemudik yang Belum Rapid Test Antigen  

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bagian Humas Polres Metro Depok, Komisaris Polisi Supriyadi menjelaskan, kejadian bermula ketika penyidik melakukan panggilan terhadap Amir, ketua dari salah satu kelompok organisasi kemasyarakat di Kota Depok.

“Jadi yang bersangkutan dimintai keterangan sebagai saksi, kaitannya soal laporan polisi tentang dugaan penganiayaan. Penyidik memanggil saudara Amir karena pada saat kejadian diduga dia ada di lokasi,” katanya, Selasa 18 Mei 2021.

Kepala Bagian Humas Polres Metro Depok, Komisaris Polisi Supriyadi. (Foto: Depoktoday.com)
Kepala Bagian Humas Polres Metro Depok, Komisaris Polisi Supriyadi. (Foto: Depoktoday.com)

Pada saat dipanggil, ia (Amir) didampingi oleh tim kuasa hukum. Mereka meminta agar pemeriksaan ditunda dengan alasan yang bersangkutan sedang sakit.

“Oleh penyidik disetujui. Kita schedule ulang untuk pemeriksaan yang bersangkutan. Tetapi di luar dugaan, anak buah Haji Amir itu di luar ternyata mau masuk ke polres.”

Ricuh di Polres Metro Depok Berujung Maaf

Karena jumlahnya yang cukup banyak, petugas akhirnya meminta agar sebagian berada di luar polres. Hal ini sesuai dengan aturan protokol kesehatan COVID-19 soal kerumunan.

“Karena mereka jumlahnya lebih dari 30 orang. Karena menyangkut dalam rangka mencegah COVID, kita imbau mereka keluar polres, karena sebenarnya tidak terjadi apa-apa,” jelasnya.

Terkait hal itu, Amir akhirnya menyampaikan klarifikasi disertai permohonan maaf melalui rekaman video.

“Intinya beliau minta maaf kepada Polres Metro Depok bahwa kejadian kemarin memang betul-betul di luar dugaan mereka,” kata Supriyadi. (rul/*)