Ribuan Botol Miras dan Ganja Dimusnahkan Jelang Tahun Baru 

Aprat musnahkan ribuan botol miras dan ganja di Depok (DepokTodat/put)

MARGONDA– Sebanyak 6.694 botol Minuman Keras (Miras) dan 56 kilo gram ganja hasil dimusnahkan di halaman Balaikota Depok, Jawa Barat, pada Jumat 20 Desember 2019. Sejumlah barang bukti tersebut merupakan hasil sitaan petugas gabungan sejak beberapa bulan terakhir.

          Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (SatpolPP) Kota Depok, Lienda Ratnanurdianny menuturkan, jika merujuk pada data tahun 2018, terdapat kenaikan untuk jumlah barang bukti tersebut. Pada tahun ini, jelas Lienda, pihaknya telah dua kali melakukan pemusnahan Miras.

          “Mei kita musnahkan 5.081 botol Miras, kemudian sekarang ada 6.694 botol, itu artinya ada sekitar 11 ribuan botol Miras yang sudah kami sita dan kami musnahkan. Kalau tahun 2018, ada sekitar 10 ribuan botol, ini artinya ada kenaikan ya,” katanya

Lienda menjelaskan, kenaikan jumlah miras tersebut lantaran pihaknya lebih rutin menggelar operasi bersama pihak terkait. Dengan sasaran warung remang-remang dan beberapa gudang Miras berkedok rumah warga.

“Banyak faktor (jumlah barang bukti banyak) mungkin juga karena kita lebih intens melakukan operasi, hampir setiap bulan dari Mei hingga Desember itu operasi dilakukan dua sampai tiga kali dalam sebulan, sebelumnya hanya sekali sebulan. Perbandingannya mungkin 25 persen meningkatnya ya.”

Lebih lanjut Lienda mengungkapkan, titik rawan peredaran minuman beralkohol di Kota Depok tersebar cukup merata, khususnya di wilayah Pancoran Mas, Sukmajaya, hingga Sawangan.

          Sementara itu, Kapolres Metro Depok, Ajun Komisaris Besar Polisi Azis Andriansyah menuturkan, berdasarkan hasil pemeriksaan, jumlah kasus pidana yang disebabkan oleh peredaran atau akibat mengkonsumsi minuman beralkohol itu mencapai sekira 20 hingga 30 persen dari rata-rata kasus yang ditangani.

“Banyak kasus pidana yang dipicu akibat mengkonsumsi minuman haram ini, misalnya tawuran, perkelahian, pembunuhan, hingga begal di jalan biasanya mengkonsumsi miras dulu atau narkotika,” katanya

          Azis menegaskan, terkait hal itu pihaknya bersama sejumlah instansi terkait pun semakin rutin melakukan operasi atau razia gangguan keamanan.

“Beberapa saat lalu operasi kami intensif sehingga angka kasus kejahatan jalanan menurun, alhamdulillah. Tapi kami tidak menurunkan tingkat kewaspadaan dan akan terus operasi lanjutan dalam rangka menciptakan suasana aman jelang natal dan tahun baru.”

Lebih lanjut Azis mengatakan, pihaknya memiliki cara tersendiri untuk menanggulangi permasalahan atau persoalan gangguan keamanan. Diantaranya dengan membagi beberapa hal menjadi tiga kelompok, yaitu potensi gangguan, ambang gangguan, dan gangguan nyata.

“Nah beredarnya Miras ini menjadi potensi gangguan, karena beredarnya miras ini dan dikonsumsi maka akan menimbulkan ganguan nyata misalnya kejahatan. Untuk itu kami juga perlu kerjasama dengan seluruh pihak, termasuk masyrakat untuk ikut menjaga situasi agar tetap kondusif,” ujarnya. (dwi/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here