Revitalisasi TPA Cipayung Terancam Tertunda Tahun Ini, Sebabnya?

TPA Cipayung terbakar (Istimewa)

DepokToday – Rencana revitalisasi Tempat Pembuangan Akhir atau TPA Cipayung terancam batal dilakukan tahun ini, hal itu diungkapkan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Depok, Ety Suryahati.

Menurut Ety, Pemerintah Pusat sampai dengan hari ini belum juga memberikan kepastian apakah ada anggaran untuk melakukan revitalisasi TPA Cipayung yang memiliki luas kurang lebih 11 hektar tersebut.

“Kita sedang menungu kucuran, apakah ada atau tidak, lagi pembahasan,” kata Ety, Senin 20 September 2021.

Baca Juga: Februari 2022, Depok Boleh Buang Sampah ke TPPAS Lulut-Nambo

Sebagai informasi, proyek revitalisasi TPA Cipayung memang meminta dukungan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Sejak tahun 2020, Pemkot Depok telah mengajukannya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Depok, Ety Suryahati. (Depoktoday/Ade)
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Depok, Ety Suryahati. (Depoktoday/Ade)

Langkah itu dilakukan guna mengantisipasi semakin memperparah kondisi tempat pembuangan yang sudah beroperasi sejak tahun 1984 itu, karena wacana pemindahan pembuangan sampah ke Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah atau TPPAS Lulut-Nambo, Kabupaten Bogor tak kunjung dilakukan.

“Kita berharap mudah-mudahan di realisasi tahun ini, kalau tidak pun kita usulkan tahun berikutnya,” sambung Ety.

Namun begitu, berdasar penelusuran Depoktoday, lelang penyusunan detailed engineering design (DED) revitalisasi TPA Cipayung ini sudah dilakukan sejak bulan Mei 2020 dan dimenangkan oleh PT. Arkonin Engineering Manggala Pratama.

Baca Juga: Imam Budi Hartono: Kita Jadikan Sampah Itu Berkah, Bukan Musibah

Dilihat dari situs lelang Kota Depok https://lpse.depok.go.id/, nilai pagu dari proyek ini yaitu Rp 1,2 miliar.

Terpisah, Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) TPA Cipayung, Ardan Kurniawan memastikan, proyek pembangunan di tempat pembuangan itu masih berjalan, hanya saja untuk pengadaan teknologi Refused Derived Fuel (RDF) atau teknologi pengolahan sampah menjadi ukuran yang lebih kecil.

“Kalau RDF-nya mudah-mudahan tetap berjalan karena lelang investasinya di Depok,” kata Ardan.

Ardan menyebut, proyek yang terancam tertunda karena membutuhkan dukungan dari Kementerian PUPR hanyalah Reprofilling serta penataan sarana dan prasarana TPA.

“Saya juga belum tahu info detailnya,” kata Ardan. (ade/*)