Revisi Statuta UI Jadi Bahan Becandaan di Dunia Maya Hingga Viral

Rektor UI terpilih, Prof Ari Kuncoro (jas hitam) bersama mantan Rektor UI, Prof. M. Anis (DepokToday)
Rektor UI terpilih, Prof Ari Kuncoro (jas hitam) bersama mantan Rektor UI, Prof. M. Anis (DepokToday)

DEPOK – Universitas Indonesia atau UI kembali menjadi bahan perbincangan di jagat maya. Setelah sebelumnya dibahas karena mahasiswanya mengkritik pemerintah, kini giliran rektor UI yang menjadi pembicaraan.

Pembicaraan itu dimulai setelah pemerintah merevisi Statuta UI tentang rangkap jabatan Rektor. Revisi ini termuat dalam Peraturan Pemerintah No. 75 tahun 2021.

Dalam revisi aturan itu, Pemerintah mengizinkan rektor UI rangkap jabatan dari sebelumnya dilarang.

Hal ini pun mengundang netizen mengomentari langkah pemerintah yang dianggap menguntungkan Rektor UI yang saat ini menjabat Ari Kuncoro.

Revisi Statuta UI jadi bahan perbincangan di dunia maya, Rabu 21 Juli 2021. Foto: Tangkapan layar Twitter
Revisi Statuta UI jadi bahan perbincangan di dunia maya, Rabu 21 Juli 2021. Foto: Tangkapan layar Twitter

Salah satunya diungkapkan oleh ekonom Faisal Basri. Melalui akun twitternya @FaisalBasri memposting Presiden Joko Widodo atau Jokowi dianggap tidak memiliki niat membangun kampus pertama di Indonesia tersebut.

“Lebih penting menyelamatkan Prof. Ari Kuncoro ketimbang memajukan UI. Luar biasa Presiden,” kata Fasial yang juga menandai akun pribadi Presiden Jokowi.

Baca Juga: Soal Rangkap Jabatan Rektor, BEM FH UI Tegas Menolak dari Awal

Netizen lain pun justru menanggapinya dengan santai namun mengena, seperti yang dilontarkan oleh akun @sandalista1789 yang menyinggung Ari Kuncoro memiliki kekuatan luar biasa.

“Rektor UI mau naik gunung tapi nggak kuat. Gunungnya yang disuruh turun,” potsingnya.

“Rektor UI salah masukin password ATM 3 kali, presiden bikin aturan seluruh bank harus menambahkan kesempatan salah password ATM sampai rektor UI inget,” tulis akun @Luqbaehaqi.

Sebagai informasi, Presiden Jokowi mengubah PP tentang Statuta UI karena sebelumnya Ari Kuncoro dipastikan melanggar aturan karena rangkap jabatan menjadi Rektor sekaligus Wakil Komisaris Utama BRI.

Dalam statuta yang sebelum direvisi yakni pada PP No 68 tahun 2013 tentang Statuta UI, Pasal 35 disebutkan Rektor dan Wakil Rektor UI dilarang merangkap jabatan sebagai pejabat pada satuan pendidikan lain, instansi pemerintah, pejabat BUMN, anggota partai politik, atau pejabat pada jabatan lain yang memiliki pertentangan kepentingan UI.

Sementara di aturan baru, PP 75/2021 Pasal 39, rangkap jabatan di BUMN/BUMD hanya dilarang untuk jabatan direksi. (ade/*)