Rentan Terpapar Covid, 1.600 Personil Polres Depok Jalani Rapid Test

0
153
Kapolres Metro Depok, Kombes Azis Andriansyah didampingi Wakil Wali Kota Pradi Supriatna meninjau rapid test (Istimewa)

MARGONDA– Sebanyak 1.600 personil Polres Metro Depok menjalani pemeriksaan cepat (rapid test) Covid-19. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat penanganan kasus tersebut.

Kapolres Metro Depok, Komisaris Besar Polisi Azis Andriansyah menuturkan, kegiatan ini adalah tindaklanjut tracing yang telah dilakukan Pemerintah Kota Depok bersama Gugus Tugas dengan total sekira 9.000 rapid test untuk masyarakat.

“Hari ini ada bantuan hallodoc bekerja sama denga pemkot dalam hal ini dibawah wali kota bekerja sama dengan Gugus Tugas, dan Kodim. Kali ini sasarannya adalah anggota Polri,” kata Azis di lokasi rapid test lapangan parkir Polres Metro Depok, Rabu 27 Mei 2020

Pada saat ini, dilakukan rapid test untuk gelombang pertama sebanyak 700 personil. Azis menilai, langkah ini penting dilakukan mengingat anggota polri adalah profesi yang memiliki resiko tinggi, terlebih ditengah situasi pandemi.

“Karena ada beberapa petugas yang rentan, ya salah satunya anggota Polri yang melaksanakan tugas PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), cek poin.”

Azis mengatakan, rapid test ini nantinya akan dilanjutkan ke masyarakat umum dengan lebih mengunduh aplikasi hallodoc. “Kali ini Polres Metro Depok dapat giliran pertama, kita juga ingin memetakan mana yang terpapar atau tidak. Saya berharap tidak ada yang terpapar,” ujarnya

Lebih lanjut Azis mengungkapkan, proses ini penting  untuk dilakukan, terlebih bagi petugas yang berada di lapangan. “Sehingga kalau ada yang terpapar (reaktif) akan dikarantina 14 hari, dipisahkan dengan yang sehat,” tuturnya

Azis menambahkan, pihaknya akan melakukan protokol kesehatan jika didapati ada personil polres yang terindikasi Covid-19. “Bagi yang sudah positif kita siapkan di Rumah Sakit Kramat Jati atau di Rumah Sakit Brimob.”

Sementara itu, Wakil Wali Kota Depok, Pradi Supriatna menuturkan, rapid test massal ini adalah salah satu langkah strategis untuk penanganan Covid-19.

“Karena ini emergency situasional, kita juga kan enggak tahu kasus ini berakhirnya kapan. Hari ini kita akan ada rapat dengan wali kota dan Forkompimda. Banyak hal akan dibahas,” katanya. (rul/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here