Rebutan Pasar Kemiri Muka, Pedagang : Kami Sudah Jenuh

Suasana di Pasar Kemiri Muka, Sabtu, 5 Juni 2021. (depoktoday.hops.id)
Suasana di Pasar Kemiri Muka, Sabtu, 5 Juni 2021. (depoktoday.hops.id)

DEPOK – Ketua Perkumpulan Pedagang Tradisional Margonda Depok (PPTMD), Yaya Barhaya mengaku sudah jenuh dengan perseteruan perebutan lahan Pasar Kemiri Muka antara Pemerintah Kota Depok dan PT. Petamburan Jaya Raya.

Yaya mengatakan, pihak Pengadilan Negeri Depok sudah harus mengambil keputusan untuk melakukan eksekusi terhadap pasar rakyat tersebut.

Baca Juga : Fakta-fakta Sengketa Lahan Pasar Kemiri Muka, Dimulai Sejak 2008

“Tentunya kami selaku pedagang dan juga kepengurusan PPTMD, sudah titik jenuh dengan kondisi pasar yang seperti ini, masyarakat depok seluruhnya ingin keadaan pasar ini baik,” kata Yaya, Sabtu 5 Juni 2021.

Yaya mengatakan, dengan adanya keputusan Mahkamah Agung tentang kepastian hukum kepemilikan aset dan lahan Pasar Kemiri Muka, seharusnya itu sudah bisa menghentikan perseteruan yang sudah berjalan kurang lebih 13 tahun kebelakang ini.

“Artinya sudah jelas banget, pasar ini punya PT (Petamburan Jaya Raya), terus apalagi, yang korban pedagang ini,” kata Yaya.

Baca Juga : Sah, Pasar Kemirimuka Milik PT Petamburan Jaya Raya

Menurut Yaya, akibat perseteruan antara pihak swasta dan pemerintah tersebut, ribuan pedagang yang terkena imbasnya. Karena para pihak hanya sibuk mengurusi proses hukum.

“Coba lihat kondisi pasar disini, bau, kumuh dan kotor, banyak pedagang yang mulai dari buka warung sampai tutup itu nggak laku, karena mungkin kondisinya kurang manusiawi,” kata Yaya.

Akibat Perseteruan, Pasar Kemiri Muka Hilang Kendali

Yaya menambahkan, banyak lagi potret Pasar Kemiri Muka yang hilang kendali, akibat tidak adanya kehadiran pihak yang bertanggungjawab terhadap keberlangsungan pasar.

“Dipasar sudah tempat maksiat, main judi, narkoba, mabok-mabokan, sampah berantakan, premanisme selalu timbul, yang dagang pakai listrik nyolong, yang nyapu mintain duit ke pedagang, artinya semua kita dirugikan,” kata Yaya.

Baca Juga : PT. Petamburan Minta Eksekusi Kemiri Muka Segera Dilaksanakan

Yaya menambahkan, seharusnya para pihak bisa memperhatikan nasib para pedagang yang secara tidak langsung terkena imbas dari perseteruan di pasar rakyat yang telah berdiri sejak tahun 1988 tersebut.

“Kalau (pasar) ini adalah milik PT, ya serahkan lah ke PT, maksud saya kita ambil satu sikap dan keputusan, jangan sampai ini pedagang ini pada mati semua,” kata Yaya.

Untuk diketahui, Mahkamah Agung telah mengeluarkan putusannya bernomor No. 2957 K/Pdt/2020 tertanggal 18 November 2020. Dalam putusan itu dinyatakan, PT. Petamburan Jaya Raya memiliki hak atas lahan dan aset Pasar Kemiri Muka. (ade/*)