Realisasi Dana Bansos Depok Rendah Banget, Padahal Anggarannya Besar

Sejumlah warga berkerumun ambil bansos di kawasan Bedahan, Sawangan, Depok beberapa waktu lalu. (DepokToday.com)
Sejumlah warga berkerumun ambil bansos di kawasan Bedahan, Sawangan, Depok beberapa waktu lalu. (DepokToday.com)

DepokToday- Ketua DPC PDIP Kota Depok, Hendrik Tangke Allo menyayangkan lambatnya penyaluran bantuan sosial atau bansos oleh dinas terkait. Persoalan ini penting mengingat banyak yang terdampak akibat pandemi COVID-19 dan kebijakan PPKM.

“Mereka (Dinsos) selalu berputar dengan data. Pendataan-pendataan. Saya rasa cukup dengan KTP dan surat keterangan. Misalnya sudah terbukti terkonfirmasi, ya sudah langsung koordinasi dengan kelurahan, RT, RW,” katanya dikutip pada Sabtu 7 Agustus 2021.

Menurut Hendrik, birokrasi yang dilakukan Dinsos Kota Depok terlalu berbelit-belit tidak menyesuaikan kondisi di lapangan.

“Birokrasi jangan berbelit-belit. Instruksi Pak Wali Kota sudah jelas, segera lakukan penanganan yang cepat. Tapikan kepala dinas dengan jajaran strukturalnya ini terutama Dinsos (Dinas Sosial) lambat,” keluhnya.

Terkait hal itu, Hendrik juga menyinggung kinerja Dinas Kesehatan.

“Termasuk Dinkes, saya berapa kali bilang, minimal obat-obatan ini disiapkan untuk orang-orang yang melakukan isoman. Dinkes ini lambat sekali. Sekarang ini kita butuh action cepat tidak perlu lagi birokrasi yang berbelit-belit,” tegasnya.

Dana Bansos Depok

Sementara itu, data yang didapat DepokToday.com menyebutkan,

dalam APBD TA 2021 Kota Depok memiliki anggaran bansos senilai Rp 90 miliar, namun baru terealisiasi atau baru terserap Rp 2,6 miliar, itu artinya sekira 2,97 persen.

Selanjutnya, untuk anggaran untuk belanja tidak terduga atau BTT sebesar Rp 92,1 miliar baru terealisasi atau terserap Rp 19 miliar, atau sekira 20,69 persen.

Ilustrasi bansos. Pemerintah akan mempercepat pencairan BLT hingga ke desa. (Foto: Istimewa)
Ilustrasi bansos. Pemerintah akan mempercepat pencairan BLT hingga ke desa. (Foto: Istimewa)

Sumber pengalokasian untuk realisasi anggaran refocusing tahun 2021 yang dialokasikan guna penanganan COVID-19 sebesar Rp 52,04 miliar dan baru terserap 18,61 miliar atau telah terserap sebesar 35,76 persen.

Baca Juga: Bansos Dipotong RT, Idris: Karena Adanya Kebutuhan Dalam Kehidupan

Selanjutnya, terkait dengan dukungan vaksinasi dianggarkan senilai Rp 4,80 miliar yang baru terserap Rp 380 juta atau 7,92 persen.

Sedangkan terkait dana dukungan pada kelurahan dalam rangka penanganan pandemi COVID dianggarkan Rp 1,83 miliar, namun baru terserap Rp 930 juta atau 50,55 persen.

Terkait hal itu, hingga berita ini diturunkan Kepala Dinsos Kota Depok, Usman Haliyana belum memberikan tanggapan kendati telah dilakukan upaya konfirmasi oleh DepokToday.com. (rul/*)