Razman Arif Minta Kejaksaan Tetapkan Tersangka Korupsi Damkar Minggu Ini

Papan karangan bunga terkait dukungan melawan korupsi Damkar berjejer di gedung Kejari Depok (Depoktoday.hops.id)
Papan karangan bunga terkait dukungan melawan korupsi Damkar berjejer di gedung Kejari Depok (Depoktoday.hops.id)

DepokToday – Seakan tak lagi ada kabarnya, penyelidikan dugaan tindak pidana korupsi pada tubuh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok atau disebut dugaan korupsi damkar kembali disinggung.

Pengacara pelapor kasus tersebut, Razman Arif Nasution mempertanyakan kinerja kejaksaan yang sudah kurang lebih 3 bulan menyelidiki kasus dugaan korupsi damkar, tapi belum juga ada kejelasan.

“Masa urusan itu 3 bulan belum dapat siapa pelakunya, apalagi ada pengakuan bendahara bahwa ada pemotongan termasuk PDL (pakaian dinas lapangan) dan honor selama pandemi,” kata Razman, Selasa 3 Agustus 2021.

Razman pun meminta agar pihak kejaksaan segera menetapkan tersangka dugaan korupsi damkar dalam satu minggu kedepan. “Saya tidak akan biarkan mengambang, saya minta ini segera, minggu ini ditetapkan tersangkanya,” kata Razman.

Baca Juga: Dua Bulan Berlalu, Kejaksaan Belum Bisa Bongkar Kasus Korupsi Damkar, Ini Alasannya

Razman mengatakan, seharusnya kasus dugaan korupsi damkar dapat dengan mudah diungkapkan dan menunjuk siapa dalangnya, mengingat barang bukti dan pengakuan dari para saksi sudah ada.

“Barang bukti sudah kuat ada unsur pidana, (kenapa) tiga bulan belum ada tersangka,” kata Razman. “Saya meminta dengan sangat agar Kejaksaan Negeri Depok melakukan gelar dan menetapkan tersangka.”

Sebagai informasi, dugaan tindak pidana korupsi damkar pertama kali dibongkar oleh salah satu anggota Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok, Sandi Butar Butar. Melalui media sosial pribadinya, Sandi mengekspresikan kekecewaannya karena honornya dipotong oleh oknum atasannya pada sekitar bulan April 2021.

Honor yang dimaksud adalah upah untuk pelaksanaan penyemprotan desinfektan dan upaya penanggulangan COVID-19 di Kota Depok.

Postingan media sosial Sandi lantas viral, bahkan hingga Kementerian Dalam Negeri memanggilnya untuk mengklarifikasi pernyataannya. Tak hanya itu, Kejaksaan Negeri Kota Depok pun ikut turun tangan untuk menyelediki kasus tersebut.

Baca Juga: Bongkar Dugaan Korupsi Damkar, Sandi Ngaku Ditawarkan Uang Damai

Namun, hingga kini belum ada kejelasan terhadap kasus tersebut. Terakhir, korps Adhyaksa itu memanggil Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok, Gandara Budiana sebanyak tiga kali panggilan pada bulan Mei 2021. Hingga kini, tidak terdengar lagi kasus itu. (ade/*)