Rapid Test Massal di Pasar Agung, Banyak Pedagang Luput dari Sasaran

Rapid test Covid-19 di Pasar Agung (DepokToday, Rul)

SUKMAJAYA– Pemerintah Kota Depok akhirnya mulai melakukan rapid test Covid-19 di tempat umum secara massal pada Senin, 11 Mei 2020. Kali ini, sasaran pertamanya di Pasar Agung, Kecamatan Sukmajaya.

Sayangnya, dari sekira 300 pedagang yang berjualan ditempat itu, tidak semuanya bisa diambil sample rapid test. Sebab, kuota yang disediakan hanya untuk sekira 100 orang. Itu pun tidak seluruhnya dapat digunakan oleh para pedagang, karena rapid test ini juga menyasar para pengunjung maupun petugas pengelola pasar tersebut.

Kendala lainnya yang dihadapi petugas medis adalah, sebagian besar pedagang memilih enggan melakukan rapid test lantaran sibuk melayani pembeli.

“Kalau kita perhatikan antusiasme ada, tapi karena kesibukan sambil berdagang tinggal tunggu waktu. Sudah dilakukan sosialisasi lewat woro-woro,” kata Kepala UPT Pasar Agung, Biher Purba

Lebih lanjut dirinya berharap, untuk mereka yang tidak kebagian rapid test dapat dilakukan pengambilan sampel susulan.

“Inginnya kegiatan ini dilanjutkan saja. Harapan kita demikian, tapi dari pihak Dinkes-kan muter juga, tidak hanya fokus di Pasar Agung jadi ada pemerataan. Kita bisa lihat antusiasme pengunjung dan pedagang. Karena kalau pagi mereka sibuk.”

Biher berjanji, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Puskesmas Sukmajaya agar dapat dilakukan rapid test susulan.

“Mungkin tetap kita coba hubungi pihak dinas melalui ibu Kepala Puskesmas Sukmajaya untuk minta agar kegiatan ini dilanjutkan. Kalau seandainya belum, ya kami sabar menunggu karena di tengah keterbatasan mereka,” ucapnya

Sementara itu, Penanggung Jawab Survaillance Dinkes Kota Depok, Adi Rusmiadi menuturkan, untuk di Pasar Agung, pihaknya menyiapkan sebanyak 120 alat rapid test. “Agenda hari ini kitta pemeriksaan rapid test untuk pedagang di Pasar Agung, total sasarannya 100 orang untuk pengunjung dan pedagang,” katanya

Pada hari ini, jelas Adi, rapid test massal ditempat umum untuk kali pertama di lakukan di Pasar Agung dan selanjutnya bakal dilakukan di tempat lain. Adi mengaku, hasil uji pemeriksaan ini akan diketahui sekira 20 menit dan tidak akan diumumkan secara terbuka untuk menghindari kerumunan.

“Hasilnya 20 menit setelah pemeriksaan. Hasilnya nanti kita sampaikan ke Kepala Puskesmas dan Kepala UPT Pasar Agung,  jadi tidak ada yang berkerumun di sini.”

Ketika disinggung kenapa rapid test massal di tempat umum untuk pertama kali dilakukan di Pasar Agung, Adi mengatakan, dirinya hanya mengikuti arahan wali kota.

“Instruksi Pak Wali Kota demikian, jadi sementara Pasar Agung yang banyak perumahan dilakukan rapid test dulu.”

Sampai dengan sekira pukul 10:00 WIB tadi, jumlah pedagang yang telah menjalani rapid test hanya sekira 30 orang. “Alasan mereka enggan karena lagi berdagang.”

Diperkirakan, siang nanti pedagang yang menjalani rapid test akan semakin banyak karena aktivitas jual beli mulai longgar ketimbang pagi tadi. (rul/*)