Pengamat UI Prediksi Perang Dunia 3 di Depan Mata Jika Rusia Lakukan Ini

- Minggu, 27 Februari 2022 | 14:48 WIB
Ilustrasi perang Rusia dan Ukraina. (Pixabay/Defence-Imagery)
Ilustrasi perang Rusia dan Ukraina. (Pixabay/Defence-Imagery)

DepokToday.com- Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana memprediksi, serangan Rusia akan berhenti setelah berhasil menurunkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. 

"Tujuan awal Rusia menyerang Ukraina adalah dalam melaksanakan pakta pertahanan dengan dua republik yang berpisah dari Ukraina pasca dua republik diakui oleh Rusia pada tanggal 22 Februari lalu," katanya lewat keterangan tertulis yang diterima awak media pada Minggu, 27 Februari 2022. 

"Namun saat ini Rusia telah menyerang Ibu Kota Ukraina, Kiev dengan tujuan utama Presiden Zalensky akan meyerahkan diri atau ditangkap," sambungnya.

Baca Juga: Begini Cara Jenderal Bintang Dua Bikin Anak-anak Depok Tak Takut Divaksin

Baca Juga: Aneh, Dimedsos Jokowi Teriak Setop Perang Rusia, Tapi Indonesia Nggak Ada di Daftar Seruan Damai PBB

Menurut Hikmahanto, modus ini mirip dengan yang dilakukan oleh Amerika Serikat dalam upaya menurunkan Saddam Hussein sebagai Presiden Irak. 

"Presiden adalah wujud nyata dari sebuah negara. Presiden pun menjadi pejabat tertinggi pembuat kebijakan di suatu negara," jelasnya. 

Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana ingatkan hukum himaniter (Foto: Istimewa)

Hikmahanto berpendapat, bagi Rusia, Presiden Zalensky dianggap sangat tidak berpihak pada Rusia dan justru sangat berpihak pada negara-negara Eropa Barat dan Amerika Serikat. 

Halaman:

Editor: Zahrul Darmawan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X