Presiden Serbia Tuding Australia "Menganiaya" Novak Djokovic

- Sabtu, 15 Januari 2022 | 12:51 WIB
Aleksandar Vucic.(Foto: European Western Balkans)
Aleksandar Vucic.(Foto: European Western Balkans)

DepokToday-Presiden Serbia, Aleksandar Vucic, pada hari Jumat waktu setempat menuding Australia "menganiaya" bintang tenis Novak Djokovic setelah pihak berwenang mencabut visanya untuk kedua kalinya.

"Mengapa kamu memperlakukannya dengan buruk, mengapa kamu melampiaskannya tidak hanya pada dia tetapi juga pada keluarganya dan seluruh bangsa," kata Vucic di media sosial.

Komentar pemimpin Serbia itu muncul beberapa jam setelah Australia mencabut visa Djokovic pada hari Jumat dan berencana untuk menahannya, hanya beberapa hari menjelang upayanya untuk memenangkan gelar Grand Slam ke-21 yang memecahkan rekor di Australia Terbuka di Melbourne.

Langkah itu memicu respons hukum yang hiruk pikuk dari tim Djokovic, yang menghasilkan perintah sementara dan sidang pengadilan federal yang dijadwalkan Sabtu pagi.

Djokovic, yang mengaku skeptis terhadap vaksin Covid-19, dan unggulan teratas turnamen itu, telah berlatih di lapangan Melbourne Park hanya beberapa jam sebelum keputusan mengejutkan Menteri Imigrasi Alex Hawke diumumkan.

Baca Juga: Australia Batalkan Visa Novak Djokovic Lagi, Pengacara Diharapkan Ajukan Banding

Baca Juga: Novak Djokovic Ingin Bermain di Australia Terbuka 2022 Setelah Kemenangan Visa

Novak Djokovic.(Foto: Twitter/Novak Djokovic)

Vucic tetap teguh dalam dukungannya untuk Djokovic sepanjang drama, menyebut penahanan sebelumnya dari bintang tenis yang tidak divaksinasi sebagai "perburuan penyihir politik" menyusul perselisihan mengenai pengecualian medis petenis nomor satu dunia berusia 34 tahun itu.

Halaman:

Editor: Tidar Aira

Sumber: AFP

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Dusan Vlahovic Jalani Tes Medis di Juventus

Jumat, 28 Januari 2022 | 20:51 WIB

Rafael Nadal Tembus Final Australia Terbuka 2022

Jumat, 28 Januari 2022 | 15:27 WIB
X