Cari Kesalahan Quran, Pelayan Gereja Dibuat Merinding Baca Surat Al-An’am, Akhirnya Bersyahadat

- Kamis, 13 Januari 2022 | 08:05 WIB
Kemenag gelontorkan Rp 6,9 M untuk bantu masjid dan musala (Foto: Istimewa)
Kemenag gelontorkan Rp 6,9 M untuk bantu masjid dan musala (Foto: Istimewa)

DepokToday- Proses mencari kebenaran tentu saja tak selalu berjalan mulus dan singkat, sebagian orang bahkan butuh waktu yang sangat lama untuk benar-benar meyakinkan hatinya dan menyambut hidayah yang Allah berikan. Seperti yang dialami langsung oleh seorang pelayan gereja dan asisten pastur di Mesir.

Pria yang diketahui bernama Jamal Zakaria Armenius itu akhirnya memeluk Islam setelah masa pencarian 30 tahun lamanya.

Cerita tersebut dituliskan dalam buku Kisah Para Muallaf yang Menkajubkan oleh Syeikh Mamduh Farhan yang telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia.

Setelah memeluk Islam, Jamal Zakaria Armenius berganti nama menjadi Jamal Zakaria Ibrahim. Ia bercerita bahwa dirinya telah menjadi koster atau pelayan gereja sejak usia 8 tahun. Dirinya tinggal di rumah pendeta dan membantu segala urusannya. Setelah itu ia menjadi asisten pendeta dan terus melayani gereja selama 30 tahun.

Lahir dari keluarga Nasrani yang tinggal di perbukitan Mesir tepatnya di Munia. Berkat ketaatan dan keistimewaannya yang sudah terlihat sejak kecil, ia memilih menjadi seorang koster sejak usianya 8 tahun.

Melansir muslimahdailly.com, pada saat itu, agamanya telah memisahkan dia dari teman-teman muslimnya. Hal tersebut sebenarnya membuat ia ragu dan terus bertanya dalam diri, “mengapa ada pemisahan ini?” Ditambah lagi dengan bayang-bayang yang selalu ada dalam benaknya.

Melihat anak-anak muslim yang selalu pergi ke masjid untuk shalat Jumat bersama ayahnya, memakai hijab putih bersih dan melepas sendal mereka sebelum masuk ke dalam masjid.

Pertanyaan terus tumbuh di pikirannya yang masih kecil saat itu, akan tetapi ia terus merahasiakannya dalam diri tanpa berani melontarkan satu kata pun. Pada suatu hari, ketika Jamal sudah memasuki usia remaja, ia melihat gambar al-Masih yang tengah disalib dan bertanya pada ayahnya.

“Apakah dia itu al-Masih yang sebenarnya? Apakah dia itu adalah Allah sebagaimana yang mereka katakan? Lalu dimana Dia berada saat mereka menyalib-Nya? lalau bagaimana perjalanan alam semesta ini saat Dia disalib?” Ayahnya terdiam seribu bahasa.

Halaman:

Editor: Zahrul Darmawan

Sumber: muslimahdailly.com

Tags

Terkini

Bima Memang Sakti

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 09:00 WIB
X