Para Orang Tua Harus Tau, Dampak Film Porno Bagi Anak, Mirip Seperti Pecandu Narkoba

- Jumat, 7 Januari 2022 | 16:05 WIB
Ilustrasi bu guru paksa murid ladeni nafsu seksnya  (Foto: Istimewa)
Ilustrasi bu guru paksa murid ladeni nafsu seksnya (Foto: Istimewa)

DepokToday – Film porno atau biasa orang sebut sebagai film biru saat ini lebih mudah diakses karena derasnya arus informasi ditengah era digital seperti sekarang. Berbagai platform mulai dari website hingga media sosial tak luput dari penayangan konten negatif tersebut.

Hal ini pun perlu diwaspadai bagi kita yang memiliki anak, karena penayangan film porno tersebut menampilkan adegan dewasa yang belum pantas ditonton oleh usia anak dan remaja.

Parahnya lagi, hal itu bisa membuat anak kecanduan yang serupa dengan orang yang kecanduan narkotika.

Baca Juga: Skandal Asmara Menteri AH, Pecinta Layangan Putus Bela Rifa Handayani, Spanduknya Ramai di Jakarta

Menurut Imelda B. L. Hutapea, selaku Capacity Building Director demi kita, banyak yang tidak sadar bahwa anak remaja yang terpapar tayangan pornografi, sama saja dengan menonton film tentang eksploitasi para perempuan.

"Sebenarnya itu eksploitasi perempuan. Kalau seseorang tidak respek dengan konsep terkait perempuan, itu akan lebih mudah mengalami adiksi,” ungkapnya dalam acara Webinar Seni Memahami Pra-Remaja (Perilaku Berisiko), seperti dikutip Suara.com, Jumat 7 Januari 2022.

"Kalau anak remaja sudah bisa belajar menghargai perempuan, mereka nggak akan tega melihat tayangan tersebut," ungkapnya lebih lanjut.

Baca Juga: Faisal Tegaskan Ogah Minta Maaf ke Doddy Sudrajat, Ini Sebabnya

Selain dampak adiksi dan membiarkan adanya eksploitasi perempuan, ada dampak lain yang bisa saja terjadi pada anak remaja, bila sudah kecanduan menonton film pornografi. Dampaknya adalah membuka gerbang awal persepsi aktivitas seksual seseorang.

Dampak ini menggambarkan adanya perilaku yang menyimpang serta perilaku seks berisiko, mulai dari berganti-ganti pasangan tanpa menggunakan kondom, menggunakan sex toys dengan orang lain. Tentunya, efeknya bisa berisiko tertularnya penyakit menular seksual.

Halaman:

Editor: Ade Ridwan

Sumber: Suara.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X