Detik-detik Mantan Pengacara Michael Jackson Masuk Islam, Ini Sebabnya

- Rabu, 15 Desember 2021 | 20:36 WIB
Mark mantan pengacara Michael Jackson yang kini jadi mualaf (Foto: Istimewa)
Mark mantan pengacara Michael Jackson yang kini jadi mualaf (Foto: Istimewa)

DepokToday- Salah seorang jutawan Amerika yang juga sempat menjadi pengacara penyanyi pop terkenal, Michael Jackson, yakni Mark Shaffer ternyata adalah mualaf.

Ia memutuskan memeluk Islam pada 17 Oktober 2009 silam. Lantas apa yang menyebabkan pengacara Michael Jackson itu tertarik dengan Islam?

Baca Juga: Kisah Pendeta Jadi Mualaf Usai Tertawakan Al Quran, Kini Gelarnya Kiyai

Melansir Republika, kejadian bermula ketika Mark berlibur di Arab Saudi. Saat itu ia berkesempatan mengunjungi beberapa kota terkenal seperti Riyadh, Abha, Jeddah. Ia berlibur selama 10 hari di Saudi.

Menurut Dhawi Ben Nashir, pemandu wisata yang menemani, Mark sudah mulai mengajukan banyak pertanyaan tentang Islam ketika tiba di Arab Saudi. Mark sempatl berada di Riyadh selama dua hari. Selama di RIyadh ia sangat tertarik dengan Islam.

Ketertarikan Mark semakin kuat ketika singgahdi Abha dan Al-Ula. Terutama, saat mereka pergi ke padang gurun.

"Mark kagum melihat tiga pemuda Saudi yang berada di kelompok kami di Al-Ula, melakukan shalat di hamparan padang pasir yang sangat luas, sebuah panorama yang sangat fantastis," kata Nashir, dilansir di Saudi Gazette pada Rabu, 15 Desember 2021.

Setelah dua hari di Al-Ula, Mark dan Nashir pergi ke Al-Juf. Begitu tiba di Al-Juf, Mark bertanya apakah Nashir bisa memberinya beberapa buku tentang Islam. Nashir kemudian memberikan beberapa buku tentang Islam kepadanya. Menurutnya, Mark membaca semua buku tersebut.

Mantan Pengacara Michael Jackson Minta Belajar Shalat


Keesokan paginya, dia meminta Nashir untuk mengajarinya cara melakukan shalat. Nashir kemudian mengajarinya bagaimana beribadah dan melakukan wudhu. Kemudian, Mark bergabung dengan Nashir dan melaksanakan shalat di sampingnya.

"Setelah berdoa, Mark memberi tahu saya bahwa dia merasakan kedamaian di jiwanya," katanya.

Selama perjalan, lanjut Nashir, Mark tampak sangat serius membaca buku-buku tentang Islam. Bahkan pada Jumat pagi, mereka mengunjungi kota tua Jeddah. Sebelum waktu shalat Jumat mendekat, mereka kembali ke hotel dan Nashir pamit untuk pergi shalat Jumat.

Baca Juga: Kembali Bikin Onar, Kini KKB Bakar Gedung Sekolah di Papua

Mark berkata kepada temannya, bahwa ia ingin bergabung dengannya untuk shalat Jumat. Sehingga ia dapat menyaksikan sendiri bagaimana shalat Jumat. Nashir lantas menyambut baik gagasan itu.

Nashir mengatakan, mereka kemudian pergi ke sebuah masjid yang tidak jauh dari hotel tempat mereka tinggal di Jeddah. Karena mereka cukup terlambat, ia dan banyak orang lainnya harus beribadah di luar masjid, karena jumlah jamaahnya yang meluap.

"Saya dapat melihat Mark mengamati orang-orang dalam jamaah, terutama setelah shalat Jumat selesai, ketika semua orang berjabat tangan dan saling berpelukan dengan wajah berseri-seri dan gembira. Mark sangat terkesan dengan apa yang dilihatnya," ujarnya.

Baca Juga: Pencabulan Anak Oleh Guru Ngaji Cabul, Komnas PA: Bukti Kegagalan Wali Kota Depok

Ketika kembali ke hotel, mantan pengacara Michael Jackson itu tiba-tiba mengatakan Nashir bahwa ia ingin menjadi seorang Muslim. Karena itulah, Nashir memintanya untuk mandi terlebih dulu.

Setelah Mark mandi, ia membimbingnya mengucapkan syahadat (pernyataan keimanan) dan kemudian Mark shalat dua rakaat.

Selanjutnya, Mark mengungkapkan keinginannya untuk mengunjungi Masjidil Haram di Makkah dan melakukan shalat di sana sebelum meninggalkan Arab Saudi. (rul/*)

 

Editor: Zahrul Darmawan - DepokToday.com

Tags

Terkini

Kemenangan Piala FA Pertama Liverpool Sejak 2006

Minggu, 15 Mei 2022 | 21:43 WIB
X