Waduh, Konsumsi Makanan Dapat Pengaruhi Kesehatan Mental, Ini Penjelasannya

- Selasa, 7 Desember 2021 | 12:39 WIB
Ilustrasi makanan yang tidak disarankan oleh dokter Zaidul Akbar untuk mempercepat kesembuhan (Foto: Istimewa)
Ilustrasi makanan yang tidak disarankan oleh dokter Zaidul Akbar untuk mempercepat kesembuhan (Foto: Istimewa)

DepokToday - Sebagian orang mungkin akan memberikan kepuasan tersendiri jika mengonsumsi makanan tak sehat. Dengan alasan suka dan hobi makan tidak mengindahkan dampak bagi kesehatan. Namun tahukah kamu ternyata makanan tertentu dinilai dapat mempengaruhi kondisi kesehatan mental seseorang loh.

"Konsumsi makanan dapat mempengaruhi suasana hati, termasuk soal depresi dan kecemasan. Serta respons stres pada tubuh kita," ujar seorang ahli gizi di Lubbock Texas, Kaleigh McMordie, MCN, RDN, LD dikutip Very Well Mind.

Sebuah studi pada awal tahun 2021 yang diterbitkan dalam Clinical Nutrition dari Edith Cowan University Australia juga mengungkapkan bahwa mengkonsumsi kudapan atau minuman yang kaya buah dan sayuran dikaitkan dengan tingkat stres yang lebih rendah.

Dari 8.600 partisipan yang ada, mereka yang makan setidaknya 470 gram buah dan sayuran setiap harinya memiliki tingkat stres 10 persen lebih rendah dibandingkan mereka yang mengonsumsi buah dan sayuran kurang dari 230 gram per hari.

"Suasana hati diatur oleh otak, dan untuk bekerja dengan baik otak membutuhkan bahan bakar yang optimal dari nutrisi dalam makanan," kata Kaleigh.

Kaleigh menjelaskan, suasana hati juga ternyata dipengaruhi oleh mikrobioma dalam saluran pencernaan. Itulah mengapa para peneliti melihat lebih banyak penekanan dalam kesehatan usus dengan kondisi kesehatan mental.

Baca Juga: Sadis dan Keji, Komnas PA Desak Randi Dipenjara Seumur Hidup

"Kekurangan nutrisi dan peradangan dapat menjadi kontributor kecemasan dan stres, dan apa yang kita makan dapat membantu atau justru menyakiti area ini," ujar Kaleigh.

Zata Pada Makanan yang Pengaruhi Kesehatan Mental


Psikoterapis dan pakar kesehatan otak, Teralyn Sell, PhD mengungkapkan bahwa penyebab stres terbesar adalah kafein, gula, minuman beralkohol, atau justru tidak makan sama sekali.

"Makanan atau minuman yang mengandung kafein dapat meningkatkan detak jantung, menyebabkan kegelisahan, membuat sulit tidur, dan lain-lain. Meskipun kafein tidak menyebabkan kecemasan, itu masih dapat berkontribusi," kata Teralyn.

Menurut Teralyn, memahami bagaimana cara gula darah atau hipoglikemia reaktif bekerja juga dinilai dapat membantu kita untuk lebih memahami proses pencernaan ini.

"Ini seperti naik roller coaster. Ketika gula darah tidak teratur, tubuh akhirnya akan memicu hormon adrenalin dan Anda bisa berada dalam mode fight or flight, yang mana bisa menimbulkan kecemasan pada otak," ujar Teralyn.

"Itulah mengapa makanan yang mengandung gula tinggi dapat mengacaukan gula darah dan berkontribusi pada stres dan kecemasan," tambahnya.

Kaleigh menambahkan, ketika sebagian besar makanan terdiri dari makanan olahan yang tidak mengandung banyak nutrisi, hanya akan ada sedikit ruang tersisa untuk makanan yang mengandung nutrisi.

"Jadi meskipun tidak secara langsung menjadi penyebab suasana hati yang buruk, tetap saja makanan tersebut dapat berkontribusi," tandasnya. (lala/*)

Editor: Nur Komalasari - Depoktoday

Tags

Terkini

Bima Memang Sakti

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 09:00 WIB

Barcelona Jual Aset Demi Kembali Meraih Masa Kejayaan

Kamis, 11 Agustus 2022 | 18:30 WIB
X