Amerika Serikat Kehilangan Banyak Senjata Perang, Inikah Motifnya?

- Jumat, 3 Desember 2021 | 18:10 WIB
Pasukan Amerika Serikat (Foto: Istimewa)
Pasukan Amerika Serikat (Foto: Istimewa)

DepokToday- Amerika Serikat sedang kelimpungan karena banyak senjata perangnya yang hilang secara misterius. Terkait hal itu, pihak terkait sedang melakukan penyelidikan secara mendalam terhadap militer setempat.

Melansir tvonenews.com pada Jumat, 3 Desember 2021, sejumlah perlengakapan perang milik militer Amerika Serikat yang hilang itu di antaranya, ratusan kilogram bahan peledak, ribuan granat ranjau darat dan roket.

Sejumlah alat sistem pertahanan itu dicuri atau hilang dari Angkatan Bersenjata Amerika Serikat (AS).

Terkait hal tersebut, rupanya selama satu dekade terakhir sebuah penyelidikan menyebutkan kegagalan pihak militer Amerika Serikat mengamankan persenjataan perang.

Baca Juga: Berikut Kendaraan Yang Boleh Melintas Saat Ganjil Genap di Margonda Raya

Kasus ini kemudian menjadi sorotan publik. Bahkan, media Associated Press menyebutkan, pihak militer AS telah gagal mengamankan persenjataan perang atas hilangnya ratusan kilogram bahan peledak dan juga ribuan persenjataan lainnya.

Menurut laporan yang beredar, diduga tentara memasukkan catatan untuk menutupi aksi pencurian dan tidak melaporkan bahan peledak yang hilang. Mereka juga gagal mengamankannya sejak awal.

Yang mengejutkannya lagi, ternyata pada Agustus lalu sebuah peluru artileri meledak di tempat daur ulang logam di Mississippi hingga menewaskan seorang pekerja.

Baca Juga: Terpopuler DepokToday, 3 Desember 2021: Hillary Brigitta Minta Dikawal TNI, Emak-emak Viral Menolak Dibubarkan Polisi

Kemudian, selang  2 hari tim penjinak bom dipanggil ke lokasi kejadian untuk menghancurkan peluru artileri. Disinyalir, peluru tersebut berasal dari kaum Shelby yang merupakan pangkalan Garda Nasional Angkatan Darat Amerika Serikat.

Jejak Senjata Amerika Serikat yang Hilang


Tak hanya itu saja, sejumlah bahan peledak juga ditemukan di unit-unit penyimpanan di dalam barak militer dari sepanjang jalan dan bahkan di pos pemeriksaan perbatasan Amerika-Meksiko.

Diduga, bahan peledak itu berasal dari pangkalan militer selama satu dekade terakhir. Sebagian besar diambil oleh orang dalam militer bagian senjata tersebut digunakan dalam kegiatan sipil atau dijual ke geng jalanan.

Menanggapi kasus tersebut, kongres AS menuntut pihak militer membuat laporan kerugian dan pencurian senjata dalam 10 tahun terakhir. (rul/*)

Editor: Zahrul Darmawan - DepokToday.com

Tags

Terkini

Dusan Vlahovic Jalani Tes Medis di Juventus

Jumat, 28 Januari 2022 | 20:51 WIB

Rafael Nadal Tembus Final Australia Terbuka 2022

Jumat, 28 Januari 2022 | 15:27 WIB
X