Bawa Chelsea Juara, Thomas Pernah Gagal dan Berhasil di Portugal

- Minggu, 30 Mei 2021 | 19:53 WIB
Thomas Tuchel mencium trofi Liga Champions.(Foto: Twitter)
Thomas Tuchel mencium trofi Liga Champions.(Foto: Twitter)

PORTO—Cerita kesuksesan Chelsea menjuarai Liga Champions 2020/2021 memang belum ada habisnya. Banyak kisah menarik di balik suksesnya The Blues mengangkat trofi "Si Kuping Besar" untuk kali kedua di Estadio do Dragao, Porto, Portugal, Minggu 30 Mei 2021 dini hari WIB.

Kisah pertama datang dari sang pelatih, Thomas Tuchel. Gelar juara Liga Champions bersama Chelsea merupakan kali pertama bagi juru taktik asal Jerman ini.

Gelar juara ini seakan menembus sakit hati Tuchel dimana pada musim 2019/2020 ketika membesut Paris Saint-Germain (PSG), ia gagal memenangkan laga final Liga Champions.

PSG saat itu menyerah 0-1 dari Bayern Munchen di Estadio da Luz, Lisbon, Portugal, tanggal 23 Agustus 2020. Tuchel dan timnya gagal menyegel trofi Liga Champions.

Baca Juga: Kai Havertz Antarkan Chelsea Juara Liga Champions 2021

Ia bersama para penggawa PSG hanya dapat melihat trofi Liga Champions dari jarak dekat ketika penyerahan medali juara dua.

Nasibnya di PSG pun tidak lama. Tanggal 24 Desember 2020, Tuchel dipecat. Tapi masa menganggur untuk melatih tidak begitu lama. Pada 26 Januari 2021, Tuchel diangkat menjadi pelatih Chelsea.

Detik-detik Chelsea Juara


Sentuhan pria Jerman di kubu Chelsea akhirnya berbuah manis. Tangan dingin Tuchel mampu mengantarkan The Blues juara Liga Champions. Tim yang dikalahkan juga bukan ecek-ecek. Tim sesama Inggris, Manchester City, yang diasuh pelatih berpengalaman Josep Guardiola.

Pernah gagal di tanah Portugal dalam momentum yang sama, di negara itu juga Tuchel akhirnya dapat menebus kegagalannya sekaligus mengangkat dan mencium trofi Liga Champions.

"Diangkat pada bulan Januari, Thomas Tuchel telah mengubah Chelsea, membuat mereka sulit dikalahkan, dan telah memberikan keuntungan yang besar," kata Reporter Chelsea, Jon Phipps, yang dimuat dilaman uefa.com.

Tuchel tidak menyangka bisa meraih gelar tersebut. "Kami berhasil. Wow. Saya tidak tahu harus merasakan apa. Saya sangat bersyukur bisa tiba untuk kedua kalinya di final. Saya merasa berbeda," katanya kepada wartawan.

Orang Amerika Pertama

Masih di kubu Chelsea. Selain kisah menarik dari Tuchel, ternyata ada sebuah rekor yang dicapai oleh salah satu pemainnya. Ya, dia adalah Christian Pulisic. Dua sejarah ia goreskan sekaligus di laga pamungkas tersebut.

-
Christian Pulisic mengangkat trofi Liga Champions.(Foto: Twitter)

Pulisic membuat sejarah sebagai orang Amerika pertama yang tampil di final Liga Champions. Pulisic juga menjadi orang Amerika pertama yang memenangkan Liga Champions.

"Saya bahkan tidak bisa menjelaskannya. Masih sangat mengejutkan. Sungguh luar biasa. Aku tidak punya kata-kata. Aku sangat bangga," ungkap Pulisic dalam wawancara sebuah siaran setelah pertandingan.

Tapi Pulisic tetap bangga meskipun dirinya tidak percaya bisa mencapai sebuah sejarah besar, selain untuk Chelsea dan juga Amerika.

"Saya sangat bangga, sangat bangga berada di sini. Ini jalan yang sulit bagi saya. Saya tidak bisa membayangkan memenangkan Liga Champions, dalam hidup saya. Dan sekarang saya di sini," katany.

Ini bukan hanya Pulisic. Semua pesepak bola Amerika bisa mengatakan hal yang sama dengan dirinya, apabila memenangkan Liga Champions.

"Pertandingan tahunan terbesar dalam olahraga ini sekarang menampilkan seorang juara Amerika. "Ini gila," simpul Pulisic. (tdr)

 

Editor: Tidar Aira - DepokToday.com

Tags

Terkini

Karim Benzema Pemain Terbaik Prancis Tahun 2021

Sabtu, 15 Januari 2022 | 18:57 WIB

Begini Jawaban Habib Bahar Ketika Dicecar Soal Akhlak

Sabtu, 15 Januari 2022 | 16:00 WIB
X