Putri Mako Rela Lepas Gelar Kerajaan Demi Menikah Dengan Kei Komuro, Berikut Perjalanan Cintanya

Kei Komuro dan Putri Mako. (Tangkapan layar Youtube Nippon TV News 24 Japan)
Kei Komuro dan Putri Mako. (Tangkapan layar Youtube Nippon TV News 24 Japan)

DepokToday – Cucu tertua Kaisar Jepang Akihito, Putri Mako resmi melangsungkan pernikahannya pada hari ini, Selasa 26 Oktober 2021.

Putri Mako (29 tahun) menikah dengan Kei Komuro (31 tahun) seorang warga biasa, bukan seorang bangsawan melainkan pekerja di kantor hukum Tokyo.

Atas keputusannya menikah dengan pria pilihannya itu, maka Putri Mako akan kehilangan hak-haknya sebagai anggota kerajaan.

Dilansir dari Suara.com, pernikahan Mako dan Komuro dilangsungkan tanpa upacara kerajaan. Setelah menikah pun, Putri Mako, akan menjadi warga biasa dan meninggalkan status keluarga kerajaan tanpa hak-hak istimewa.

Putri Mako bahkan menolak pembayaran senilai 1,3 juta dolar, yang biasanya diberikan kepada wanita yang meninggalkan keluarga kerajaan dan melepas hak-haknya.

“Saya akan senang jika saya bisa membangun keluarga yang hangat dan nyaman penuh dengan senyuman,” kata Mako pada konferensi pers dengan tatapan mesra dan penuh penuh kasih.

Pernikahan Mako dan Komuro ini sempat tertunda selama tiga tahun. Karena seharusnya digelar pada Februari 2018.

Alasannya, karena setelah pertunangan keduanya yang dilangsungkan pada tahun 2017, sebuah tabloid di Jepang, melaporkan perselisihan keuangan antara ibu Komuro dan mantan tunangannya. Keluarga Komuro dilanda isu kewajiban utang yang belum diselesaikan senilai $35.000.

Karena berita itu, pihak kerajaan menunda pernikahan, dengan alasan agar kedua mempelai punya cukup waktu untuk mempersiapkan diri.

Ayah Mako, Putra Mahkota Akishino, mengatakan pada konferensi pers tahun 2018 bahwa tanpa menyelesaikan masalah keuangan, pernikahan tidak dapat dilangsungkan.

Namun pihak kerajaan tidak mengeluarkan pernyataan tentang kelanjutan status pertunangan itu, sehingga media berspekulasi dan memunculkan berbagai macam berita tentang kondisi Putri Mako.

Selama tiga tahun terakhir, media ramai menyoroti kehidupan Mako yang disebut-sebut mengalami stres pasca bertunangan, bahkan sampai mengalami gangguan stres traumatis, atau PSTD.

Enam bulan setelah pertunangan, Kei Komuro berangkat ke sekolah hukum Universitas Fordham di New York untuk melanjutkan studinya.

Kei Komuro kembali ke Jepang bulan September lalu sebagai lulusan Fordham dan karyawan sebuah firma hukum New York.

Tetapi media mengecam penampilan Kumoro dengan kuncir kuda, yang dianggap media “tidak cukup sopan” untuk kalangan keluarga kerajaan.

Ketika Kei Komuro mengunjungi orang tua Mako minggu ini, media juga mengeritik karena dia terlambat datang akibat macet.

Media-media Jepang memberitakan bahwa pernikahan Putri Mako dan Kei Komuro tidak mendapat restu keluarga kerajaan.

Setelah menikah, Putri Mako – yang belum pernah memiliki nama keluarga atau memegang paspor – bersiap untuk pindah ke New York bersama suaminya.

Kisah mereka kini dibandingkan dengan langkah Pangeran Harry dari Inggris dan istrinya Meghan Markle, yang mengundurkan diri poisisi mereka di hierarki kerajaan pada tahun 2020 dan pindah ke Amerika Serikat. (ade/*)