Puskesmas di Depok Diduga Berikan Obat Kadaluarsa

Istiqomah (korban)

Depok- Seorang warga perumahan Villa Pertiwi, Kecamatan Cilodong, Depok, Jawa Barat mengalami gejala mual dan pusing usai diduga mengkonsumsi obat kadaluarsa yang didapatinya dari salah satu puskesmas terdekat. Kasus itu kini telah menjadi sorotan Dinas Kesehatan (Dinkes).

Adalah Nur Istiqomah (50 tahun), korbannya. Wanita yang akrab disapa Isti itu didiagnosa menderita penyakit paru-paru basah dan dianjurkan mengkonsumsi obat secara rutin dengan cara disuntikkan setiap harinya selama dua bulan. Isti mengaku, selama beberapa minggu pengobatan dirinya tidak pernah merasakan hal yang aneh, namun baru beberapa hari terakhir ini timbul gejala yang tak biasa yakni pusing berlebih dan berkeringat.

Kemudian, Isti mencoba mendatangi ke klinik berbeda yang tak jauh dari rumahnya. Dari klinik itulah baru diketahui ternyata Isti diduga mengkonsumsi obat kadaluarsa. Pada botol obat tersebut tertera, tanggal akhir layak konsumsi yakni Juli 2019.

“Saya disuruh lihat botolnya rupanya tanggalnya sudah lewat. Dia (dokter) angkat tangan enggak mau nyuntik ke saya, sementara saya harus rutin setiap hari gak boleh putus nyuntik obat itu,” katanya pada wartawan

Isti mengatakan, pihaknya telah mendatangi langsung puskesmas yang memberinya obat diduga kadaluarsa tersebut untuk minta pertanggungjawaban.

“Pihak puskesmas sudah ada itikad baik. Tadi saya diantar ke rumah sakit Sentra Medika. Di sana saya ketemu dokter Lusi katanya ini enggak apa-apa. Kalau obatnya enggak diterima tubuh kan ada enzim nanti dikeluarkan melalui keringat dan kotoran,” ujarnya

Ketika ditanya sejak kapan mengkonsumsi obat kadaluarsa itu, Isti mengaku tidak tahu. Yang ia tahu, gejala atau efek yang ditimbulkan paling terasa sejak kemarin.

“ Udah sebulan lebih lah dan saya selalu ambil obat di puskesmas itu dengan merk dan dosis yang sama. Tapi saya gak tahu kalau saya suntik obat kadaluarsa sejak kapan tapi ketahuannya ya baru hari Minggu kemarin.”

Sementara itu, sejumlah tim medis dari pihak puskesmas telah mendatangi kediaman Isti. Mereka mengaku diperintahkan Dinkes untuk memberikan pendampingan secara khusus. “Kita kesini cuma nganter obat, enggak bisa komentar apa-apa. Maaf ya,” kata salah satu staf sambil meninggalkan rumah korban.