Punya Peran Besar, Ini Dampak Keterlibatan Ayah dalam Pola Asuh Anak

Ilustrasi dari dampak pola asuh anak. (Foto: Istimewa)
Ilustrasi dari dampak pola asuh anak. (Foto: Istimewa)

DepokToday – Ibu maupun ayah punya peran atau dampak yang sangat penting dalam pengasuhan dan juga tumbuh kembang anak. Tak hanya ibu, besarnya dampak keterlibatan ayah dalam pengasuhan pada anak bahkan telah dibuktikan melalui banyak penelitian.

Antara lain penelitian yang dilakukan oleh para sosiolog di Universitas Negara Pennsylvania, Universitas Connecticut dan Universitas Brigham Young, Amerika Serikat.

Penelitian tersebut mengungkap berbagai dampak positif yang bisa didapat anak dari adanya keterlibatan ayah dalam pengasuhan.

Anak yang punya keterikatan dengan ayah, lebih kecil kemungkinannya untuk putus sekolah atau berakhir di penjara. Sebab, ketika anak-anak memiliki hubungan dekat dengan ayah, mereka cenderung menghindari perilaku berisiko tinggi di masa depan.

Anak yang punya hubungan dekat dengan ayah, menurut penelitian, cenderung memiliki pekerjaan bergaji tinggi dan hubungan yang sehat dan stabil ketika mereka dewasa.

Mereka juga cenderung memiliki nilai tes IQ yang lebih tinggi pada usia 3 tahun dan punya lebih sedikit masalah psikologis sepanjang hidup mereka ketika ayah terlibat dalam pengasuhan.

“Penelitian menunjukkan bahwa ayah penting untuk perkembangan anak,” kata Paul Amato salah seorang sosiolog yang terlibat dalam penelitian di Pennsylvania State University seperti dikutip dari Fatherly.

Dalam beberapa dekade terakhir, para ilmuwan semakin menyadari betapa pentingnya peran ayah. Sama seperti wanita, tubuh ayah merespons menjadi orang tua, dan gaya pengasuhan mereka juga sangat penting bagi anak-anak.

“Kami sekarang menemukan bahwa pengasuhan ayah terkadang memiliki pengaruh lebih besar pada perkembangan anak-anak daripada ibu,” kata Ronald Rohner, direktur Pusat Studi Penerimaan dan Penolakan Interpersonal di Universitas Connecticut, seperti dikutip dari LiveScience.

Dampak Pola Asuh dari Ayah

Dari hasil penelitian Rohner dan rekannya, ketika anak-anak merasa ditolak atau tidak dicintai oleh ayah, mereka cenderung menjadi bermusuhan, agresif, dan emosinya tidak stabil. Penolakan orang tua juga dapat menyebabkan rendahnya harga diri, perasaan tidak mampu dan punya pandangan yang negatif pada banyak hal.

Ini berlaku untuk kedua orang tua, namun dalam beberapa kasus, menurut Rohner, ayah adalah faktor yang lebih penting.

Baca Juga: Serang PLN, Pria Ini Juga Sebut Jokowi Sambil Takbir, Nih Tampangnya

Masalah perilaku, kenakalan, depresi, dan masalah psikologis secara keseluruhan semuanya lebih erat terkait dengan penolakan ayah daripada ibu, kata Rohner. Oleh karena itu, cinta ayah memang memberikan pengaruh yang sangat kuat.

“Mengetahui bahwa anak-anak merasa dicintai oleh ayah mereka bisa memberi rasa kesejahteraan, kebahagiaan, kepuasan hidup,” kata Rohner yang penelitiannya sudah diterbitkan dalam jurnal Personality and Social Psychology Review.

Dalam beberapa kasus, anak-anak cenderung lebih memerhatikan apa yang dikatakan atau dilakukan ayah daripada ibu. Misalnya saja, bagaimana ayah mengajarkan anak ketekunan dan kegigihan dalam menjalani hidup.

Dalam sebuah penelitian terhadap keluarga di Journal of Early Adolescence, peneliti Universitas Brigham Young, menemukan bahwa gaya pengasuhan ayah sangat berkaitan dengan kegigihan, sementara ibu mengajarkan sifat seperti rasa terima kasih dan kebaikan.

“Studi kami menunjukkan ayah yang paling efektif adalah mereka yang mendengarkan anak-anak mereka, memiliki hubungan dekat, menetapkan aturan yang tepat, tetapi juga memberikan kebebasan yang sesuai,” kata peneliti studi Laura Padilla-Walker kepada LiveScience. (lala/*)