Punya Cara Sendiri Atasi COVID, Kim Jong Un Tolak Vaksin Buatan China

Kim Jong Un. Foto: KCNA.
Kim Jong Un. Foto: KCNA.

DepokToday- Pemimpin tertinggi Korea Utara (Korut), Kim Jong Un melalui pemerintahnya, memutuskan untuk menolak tawaran vaksin COVID-19 buatan Sinovac, China. Pernyataan itu disampaikan di depan lemabaga PBB, UNICEF.

Dilansir dari berbagai sumber, Pemerintah Korut mengungkapkan, alasan penolakan ini didasari oleh kelangkaan vaksin di dunia.

Korut yang saat ini dipimpin Kim Jong Un menilai, bahwa vaksin itu harus diprioritaskan kepada negara-negara yang lebih membutuhkan.

“Kementerian publik Korut menunjuk pada pasokan global yang terbatas untuk vaksin dan lonjakan virus yang berkelanjutan di tempat lain,” kata UNICEF sebagaimana dikutip Reuters, pada Senin 6 September 2021.

Cara Kim Jong Un Atasi COVID

Meski begitu, Pemerintah Korut tidak kehabisan akal dalam melawan pandemi. Bahkan dalam rapat dengan Politbiro Partai Komunis, Kim meminta jajarannya untuk mempersiapkan sistem pencegahan epidemi dengan gaya Korut.

“Pejabat harus mengingat bahwa pengetatan pencegahan epidemi adalah tugas yang sangat penting yang tidak boleh dilonggarkan bahkan untuk sesaat,” kata Kim sebagaimana dikutip Media propaganda Korut, KCNA.

Tak hanya itu, Kim juga mengatakan, perlu faktor material, teknis, dan peningkatan kualifikasi kesehatan pekerja dalam pencegahan penyebaran virus.

“Sambil menekankan perlunya sarana material dan teknis untuk pencegahan virus dan meningkatkan kualifikasi petugas kesehatan, Kim juga menyerukan lebih lanjut pembulatan sistem pencegahan epidemi gaya Korut,” tambah KCNA.

Baca Juga: Geger Penampakan ‘Tuyul’ Terekam CCTV, di Depok Ada Rajanya

Sementara itu, beberapa analis menganggap bahwa Kim Jong Un seakan tidak mau mendekatkan Korut dengan mekanisme COVAX yang diusung oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Sebab COVAX mengharuskan pembuatan laporan distribusi vaksin di negaranya.

“Rezim Kim tampaknya ingin vaksin paling aman dan efektif untuk kaum elite,” ucap profesor studi internasional di Ewha Womans University di Seoul, Leif-Eric Easley.

Percaya Rusia

Di sisi lain, sebuah laporan lembaga think tank Korea Selatan, Institute for National Security Strategy, menyebut bahwa bahwa Korut juga tidak tertarik pada vaksin buatan China karena kekhawatiran bahwa vaksin-vaksin itu tidak begitu efektif.

Namun demikian, dilansir dari cnbcindonesia, Pyongyang telah menunjukkan minat pada vaksin yang dibuat Rusia. Sejauh ini, Korut belum melaporkan kasus COVID-19.

Meski begitu, otoritas negara tersebut telah memberlakukan tindakan protokol yang ketat, termasuk penutupan perbatasan dan pembatasan perjalanan domestik. (rul/*)