Puan Maharani Desak Pemerintah Usut Gugurnya 4 TNI di Papua

Puan Maharani. Foto: Ist.
Puan Maharani. Foto: Ist.

DepokToday- Ketua DPR RI, Puan Maharani mendesak pemerintah dan aparat keamanan untuk segera mengusut tuntas kasus penyerangan di Pos Koramil, Kampung Kisor, Kabupaten Maybrat, PapuaPapua Barat.

Dalam peristiwa itu 4 prajurit TNI tewas ditangan OPM pada Kamis 2 September 2021. Terkait hal ini, Puan menyatakan bela sungkawa mendalam kepada keluarga empat anggota TNI yang gugur dalam tugas tersebut.

“Ini duka bagi seluruh bangsa Indonesia. Saya ikut berbela sungkawa mendalam untuk keluarga para prajurit TNI yang gugur saat bertugas di Distrik Aifat,” katanya dikutip pada Minggu 5 September 2021.

Puan Maharani menekankan, perlu segera dilakukan identifikasi insiden tewasnya empat anggota TNI tersebut hingga pencegahan menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang apalagi meluas.

“Saya meminta pemerintah dan aparat keamanan segera mengusut tuntas dan menangani insiden ini. Jangan sampai rakyat dan prajurit-prajurit kita terus menjadi korban, sehingga istri dan anak-anak mereka harus kehilangan suami dan ayah,” tegasnya.

Desakan Puan Maharani

Menurutnya, segenap elemen masyarakat perlu terlibat dalam menjaga keamanan dan stabilitas di Papua dan Papua Barat.

Hal ini menjadi krusial demi pembangunan yang lebih baik di Papua dan Papua Barat. Selain itu, tanpa stabilitas dan keamanan tersebut, dampak pembangunan tidak dapat dirasakan oleh masyarakat sekitar.

Baca Juga: Bernyali Besar, Perwira TNI Ini Jawab Tantangan Perang OPM

Ditambah lagi, perhelatan hajatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021 akan segera dilaksanakan.

“Aparat keamanan dan aparatur pemerintahan harus mampu merangkul rakyat, dekat dengan rakyat, untuk bersama-sama menciptakan keamanan dan kedamaian,” ujar politisi PDIP tersebut.

Seperti diketahui, empat prajurit yang gugur di di Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Papua Barat adalah Komandan Pos Koramil Kisor Letnan Satu CHB Dirman, Sersan Dua Ambrosius Yudiman, Praka Mohammad Dirhamsyah, dan Pratu Zul Ansari Anwar.

Selain empat prajurit TNI yang gugur, terdapat dua prajurit lainnya yang juga mengalami luka berat dalam serangan tersebut.

Mereka yang luka berat ini di antaranya adalah Sersan Satu Juliano dan Prajurit Satu Ikbal. (rul/*)