PTUN Jakarta Tolak Gugatan Profesor Rosari Saleh Terkait Jabatan di UI

Profesor Rosari Saleh (Foto: Istimewa)
Profesor Rosari Saleh (Foto: Istimewa)

DepokToday- Pengadilan Tata Usaha Negeri (PTUN) Jakarta menolak gugatan Profesor Rosari Saleh, mantan Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiwaan Universitas Indonesia (UI), yang melayangkan protes usai diberhentikan dari jabatannya.

Melalui keterangan tertulisnya, Humas UI menyebut, informasi itu tertuang dalam hasil putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta No. 38/G/2021/PTUN. JKT yang dirilis melalui e-Court Mahkamah Agung RI pada 29 Juli 2021.

Adapun perkara yang ditolak itu adalah gugatan yang dilayangkan oleh Prof. Rosari Saleh terhadap SK Rektor UI Nomor 1698/SK/R/UI/2020 pada 20 Oktober 2020, tentang pemberhentian Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UI periode Rektor UI 2019-2024 dan SK Rektor UI Nomor 1701/SK/R/UI/2020 pada 20 Oktober 2020 tentang pengangkatan Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UI.

“Bahwa PTUN menyatakan gugatan penggugat (dalam hal ini Prof. Rosari Saleh) tidak dapat diterima (Niet Onvakelijk Verklaard) karena melampaui batas waktu,” tulis Humas UI dalam keterangan yang diterima awak media dan dikutip pada Jumat 30 Juli 2021.

“Kami menghormati putusan tersebut sebagai implementasi salah satu nilai-nilai UI berupa kepatuhan pada peraturan perundang-undangan yang berlaku,” jelasnya.

Rosari Saleh dan UI

Dalam keterangan resmi itu juga dijelaskan, bahwa UI telah melaksanakan tata kelola sebagai Good University Governance yang taat terhadap Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang administrasi pemerintahan juga hukum acara PTUN yang dilaksanakan.

Selain itu, ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan dan asas-asas umum pemerintahan yang baik, menjadi kata kunci bagaimana mengelola UI dengan baik.

Baca Juga: Depok Raih Predikat Nindya Kota Layak Anak, Netizen: 77 Persen Nggak Percaya

Transformasi UI menjadi Entrepreneurial University dan Smart Campus membutuhkan kerja sama segala komponen, membangun UI menuju World Class University.

“Semoga keputusan pengadilan ini dapat diterima oleh semua pihak yang bersengketa, untuk bersama-sama mempererat semangat membangun UI, yang kondusif, unggul, bermartabat, dan toleran,” kata Kepala Biro Humas UI, Amelita Lusia.

“Dengan demikian, UI dalam spirit kebersamaan, bisa berlari lebih kencang menjadi perguruan tinggi yang mampu menyetarakan diri di tingkat global. Hal ini, secara terus-menerus diupayakan oleh sivitas akademika UI melalui Tridharma Perguruan Tinggi,” timpalnya lagi. (rul/*)