PT Pupuk Indonesia Kirim 96 Ton Oksigen untuk Pasien COVID

Alat bantu pernafasan untuk pasien COVID buatan Universitas Gunadarma (DepokToday.com)
Alat bantu pernafasan untuk pasien COVID buatan Universitas Gunadarma (DepokToday.com)

DEPOK- PT Pupuk Indonesia telah mengirimkan bantuan medis sebanyak 96 ton oksigen untuk perawatan pasien COVID-19 di Jawa Tengah, Yogyakarta, Jakarta, dan Bandung. Pengiriman dilakukan secara bertahap.

“Sesuai arahan Menteri BUMN, kami siap membantu pemerintah agar rumah sakit yang menjadi rujukan perawatan pasien COVID-19 tidak terkendala pasokan oksigen,” kata Direktur SDM dan Tata Kelola Pupuk Indonesia, Winardi dikutip pada Kamis 8 Juli 2021.

Ia menjelaskan, bantuan dikirimkan melalui dua anggota holding perusahaan tersebut, yakni PT Petrokimia Gresik untuk Jawa Tengah dan Yogyakarta, serta PT Pupuk Sriwidjadja (Pusri) Palembang untuk Jakarta dan Bandung.

Winardi mengungkapkan, bahwa bantuan ini merupakan dukungan perusahaan terhadap upaya penanganan pasien COVID-19 yang dikabarkan terus meningkat.

Terlebih, sejumlah pemberitaan menyebutkan bahwa pasokan oksigen di berbagai daerah sempat terganggu dan jumlah pasien COVID-19 yang terus meningkat setiap harinya.

Baca Juga: Pemerintah Salurkan Bansos Tunai Ditambahi Beras, Buruan Cek di Sini

Winardi mengatakan, bantuan oksigen ini dikirim secara bertahap. Bantuan oksigen pertama telah dikirim oleh Petrokimia Gresik sebesar 50 ton, pada Senin 26 Juni 2021, dan terdistribusi ke 18 rumah sakit di Jawa Tengah.

Selain itu, Petrokimia Gresik juga mengirim 25 ton oksigen untuk sejumlah rumah sakit di Yogyakarta.

Kemudian, Pusri Palembang mengirimkan bantuan oksigen 11,18 ton untuk Rumah Sakit Fatmawati Jakarta, pada Rabu 30 Juni 2021, dan 10,55 ton oksigen untuk sejumlah rumah sakit di Bandung pada Senin 5 Juli 2021.

“Dengan demikian total bantuan oksigen yang sudah dikirimkan oleh PI Grup adalah sebesar 96,7 ton oksigen,” ujarnya.

Berapa Kadar Oksien untuk Pasien COVID

Winardi menjelaskan, bahwa oksigen sangat penting untuk penanganan pasien COVID-19 dengan gejala sedang hingga berat.

Karena pada level ini pasien merasakan sesak nafas dengan saturasi oksigen (kadar oksigen dalam darah) di bawah 95 persen. Sedangkan saturasi oksigen normal berkisar 95-98 persen.

Sehingga pada level ini, pasien membutuhkan terapi oksigen dengan arus sedang sampai tinggi.

“Ke depan, Kami bersama-sama anak usaha akan terus berusaha menyalurkan bantuan oksigen ini apabila memang masih diperlukan,” tuturnya

“Semoga bantuan ini dapat menjamin pasokan atau stok oksigen di wilayah-wilayah kritis. Sehingga akan bermanfaat bagi Saudara kita yang membutuhkan,” timpalnya lagi. (rul/*)