PT Petamburan Jaya Raya Yakin Menangkan Sidang Kesepuluh

BEJI-PT Petamburan Jaya Raya atau PJR sangat yakin akan memenangkan persidangan kesepuluh dari Pemerintah Kota (Pemkot) Depok terkait polemik kepemilikan lahan Pasar Kemirimuka, Kelurahan Kemirimuka, Kecamatan Beji.

PT PJR mengklaim, sidang yang bakal berlangsung di Pengadilan Negeri Kota Depok itu, menambah panjang skor kekalahan Pemkot Depok menjadi 10-0.

“Kami yakin kami akan kembali menang di pengadilan negeri sehingga menjadi 10-0,” seloroh Direktur PT Petamburan Petamburan Jaya Raya, Yudi Pranoto, Kamis(26/12/2019).

Angin kemenangan PT PJR berhembus setelah lima pedagang Pasar Kemirimuka yang melakukan banding atas eksesusi, tiga pedagang mencabut bandingnya karena tidak memiliki bukti yang kuat saat sidang di pengadilan.

“Atas dasar itu kami yakin pihak PT Petamburan Jaya Raya akan menang kembali di pengadilan negeri,” katanya.

Kuasa Hukum PT Petamburan Jaya Raya, Ricard Yosafat, mengungkapkan, lima pedagang yang digugat antara lain Mulyadi, Zamaludin, Darul Muhsinin, Salum, Poltik Syahmawin Purba.

Gugatan yang dilakukan oleh PT PJR berawal dari kelima pedagang tersebut mengajukan perlawanan terhadap penetapan Ketua Pengadilan Negeri Kota Depok pada 12 Juni 2016 Nomor 04/Pen.Pdt/Del/X/2015/PN Depok jo Nomor 16/pdt.X/2012/PN Bogor jo Nomor 36/pdt.G/2009/PN Bogor Jo Nomor Pdt/2010/PT Bdg Jo Nomor 695/pdt/2011 jo Nomor 476/pdt/2013 yang telah teregister di Pengadilan Negeri Kota Depok dengan nomor register perkara No 81/pdt.plw/2018/PN Depok.

Namun, lanjut Ricard, saat di persidangan para tergugat yakni para pedagang
tidak pernah membuktikan bahwa mereka adalah pemilik tanah dan bangunan Pasar Kemirimuka.

Di dalam perlawanan yang diajukan pedagang di Pengadilan Negeri Kota Depok terhadap penetapan ketua Pengadilan Negeri Kota Depok tanggal 21 Juni 2016 No.04/Pen.pdt/Del.Eks.Peng/2016/PN Dpk atas bidang sebidang tanah di Pasar Kemirikuka.

“Saat kami tanya di persidangan, pedagang tidak memiliki sertifikat tanah Pasar Kemirimuka yang ada hanya kwintansi pembelian tenda awning di Pasar Kemirimuka,” tandasnya.

Ia menyatakan, pedagang lainnya juga tidak memiliki sertifikat yang sah, mereka hanya memberikan surat keterangan usaha sebagai bukti dalam perkara perkara No 81/pdt.plw/2018/PN Dpk.

“Kelima pedagang tersebut malah menyatakan bahwa Pemkot Depok selaku pemilik hak atas tanah Pasar Kemirimuka. Di sini jelas klien kami yang sah memiliki atas tanah Pasar Kemirimuka,” imbuhnya.

Ricard mengatakan bahwa upaya perlawanan hukum yang dilakukan kelima pedagang tersebut hanyalah untuk menunda kegiatan eksekusi Pasar Kemirimuka, yang sudah ditetapkan oleh Pengadilan Negeri Kota Depok.

“Karena perlawanan kelima pedagang tanpa bukti yang sah dan akurat klien kami PT Petamburan Jaya Raya pemilik sah Pasar Kemirimuka sangat dirugikan oleh mereka,” katanya.

Atas dasar itu maka pihaknya melakukan gugatan kepada lima pedagang tersebut, karena mereka melawan hukum sehingga kliennya mengalami kerugian material yang jika dikalkukasikan nilai harga tanah Rp6 juta permeter.

“Klien kami pemilik sah pasar Kemirimuka dengan luas 28.916 meter jika dinilaikan mencapai Rp 173 Miliar. Kami mohon kepada majelis hakim yang memeriksa perkara ini agar meletakan sita jaminan terhadap kekayaan para pedagang yang daftar dan letak kekayaannya akan kami ajukan secara terpisah,” tandasnya.(aji)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here