PSBB Proporsional, Margo City Tak Ingin ‘Kecolongan’ Kasus Covid-19

0
179
Suasana Margo City (istimewa)

MARGONDA– Depok sedang memasuki masa transisi dan bersiap dengan adaptasi kebiasan baru berbasis Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) proporsional. Terkait hal itu, sejumlah tempat ibadah, perkantoran, toko, hingga rumah makan pun telah mulai beroperasi dengan ketentuan protokol kesehatan Covid-19.

Sedangkan khusus untuk mal, rencananya baru akan diijinkan beroperasi pada 16 Juni 2020. Kabar itu pun disambut baik oleh sejumlah pengelola pusat perbelanjaan di kota tersebut, salah satunya Margo City.

Namun demikian, pengelola mal itu justru memilih untuk buka pada 17 Juni 2020, atau mundur sehari dari waktu yang ditetapkan pemerintah setempat. Keputusan ini tentu berbanding terbalik dengan para pelaku usaha pada umumnya yang ingin beroperasi dalam waktu dekat akibat mengalami kerugian yang cukup drastis.

Marcom Manager Margo City, Reza Ardiananda mengaku, pihaknya punya alasan tersendiri terkait keputusan tersebut. Menurut pihaknya, ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan visitor.

“Kami ingin meredam agar pengunjung tidak terlalu terburu-buru untuk datang ke mal. Nah prioritas kami ada dua, pertama mendukung pemerintah menekan angka penyebaran Covid-19 dan memberikan rasa aman serta nyaman bagi visitor kami nanti,” katanya, Rabu 10 Juni 2020

Reza menegaskan, pihaknya siap  menjalankan protokol kesehatan ketika mall dibuka kembali. Adapun aturan yang harus dipatuhi para pengunjung di antaranya, wajib melakukan cek suhu tubuh melalui alat deteksi yang disiapkan di pintu masuk dan diwajibkan memakai masker.

“Kami memiliki alat cek suhu tubuh terbaru, dimana mereka tinggal mengakat tangan mereka dan suhu langsung terbaca. Ketika suhunya di bawah 37,3 derajat pengunjung diizinkan masuk,” tuturnya

Marcom Manager Margo City, Reza Ardiananda (Istimewa)

Kemudian, di dalam mal pihaknya juga menyiapkan tim gugus Covid yang bertugas untuk mengawasi protokol kesehatan, seperti menjaga jarak antar pengunjung, penggunaan masker hingga fasilitas cuci tangan di semua area yang ada di Margo City ini.

“Pengunjung yang pingsan atau dengan kondisi tertentu maka akan dibawa ke ruang isolasi. Apapun kondisi dari pengunjung ketika dia jatuh petugas kami akan menggunakan APD lengkap dan akan membawa ke ruang isolasi,” tuturnya

Tidak hanya itu, Reza juga berjanji pihaknya juga akan memperhatikan kuota pengunjung. Sesuai ketentuan, hanya diperbolehkan 50 persen saja dari kondisi normal. Termasuk menjaga jarak di area food court.

“Jadi kami mau menjamin kenyamanan dan kesehatan mereka pun terjaga di area food court dan restoran.” (rul/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here