PSBB Proporsional Depok Berlaku Hingga 2 Juli

Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) dengan tulisan Selamat Datang di Kota Depok.(DepokToday/Rdt)

MARGONDA– Seiring dengan menurunya trend kasus terkonfirmasi positif Covid-19, Kota Depok saat ini sedang menjalani masa transisi dengan adaptasi kebiasan baru berbasis Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) proporsional.

          Namun demikian, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana menuturkan, memperhatikan banyaknya aktifitas warga pada saat ini, hingga 2 Juli 2020, Kota Depok masih dalam masa PSBB proporsional.

“Meskipun beberapa aktifitas sosial dan ekonomi sudah ada yang mulai dibuka, akan tetapi bukan berarti kita bebas dari protokol kesehatan,” katanya pada Rabu, 10 Juni 2020

Terkait hal itu, pihaknya pun kembali mengimbau kepada seluruh warga untuk menanamkan kesadaran diri dalam mematuhi protokol kesehatan, menumbuhkan kepedulian dengan sesama dan membangun kebersamaan dalam melawan Covid-19, sehingga tidak terjadi lonjakan kasus di kemudian hari.

          “Dengan angka reproduksi efektif Kota Depok saat ini <1, kita tidak boleh lengah, akan tetapi harus tetap waspada karena penambahan dan penularan kasus masih terjadi, maka dari itu kita harus konsisten menjalankan protokol kesehatan, agar Rt Kota Depok terus menurun,” ujarnya

          Dadang juga menyebut, untuk pemeriksaan PCR Covid-19, Labkesda Pemerintah Kota Depok telah memperoleh kepercayaan dari Badan Litbangkes Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melalui Surat Balitbangkes Nomor SR.01.07/II/2087/2020 Tanggal 3 Juni 2020, sebagai laboratorium pemeriksa PCR Covid-19 dengan menggunakan metode real time-polymerase (RT-PCR).

“Kapasitas awal 90 spesimen/hari dan akan running pertengahan Juni 2020. Selain metode RT PCR, Insya Allah Labkesda Pemerintah Kota Depok juga sudah memiliki 2 mesin TCM (kemampuan @4 modul) yang saat ini masih menunggu catridge untuk bisa segera running,” tuturnya

Ia berharap, dengan diizinkannya hal tersebut, pemeriksaan PCR yang selama ini memerlukan waktu yang relatif lama, dapat dilaksanakan dengan cepat dan real time. “Layanan ini diselenggarakan secara gratis melalui puskesmas dan rumah sakit se-Kota Depok sebagai fasilitas kesehatan jejaring Labkesda.”

Kemudian, berdasarkan data Pusat Informasi Covid-19 Depok (Picodep), angka reproduksi efektif (Rt) Kota Depok mengalami penurunan selama kurun waktu 14 hari, yaitu dari Tanggal 25 Mei 2020 sebesar 1,39 atau >1 menjadi sebesar 0,54 atau <1 di Tanggal 8 Juni 2020. (rul/*)