Proyek Gedung Sate Jadi Sorotan DPRD Jabar

0
424
Gedung Sate (istimewa)

BANDUNG– Satu lagi proyek Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil yang kembali menjadi sorotan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat. Kali ini, soal perbaikan taman Gedung Sate yang angkanya mencapai lebih dari Rp 71 miliar.

Ketua Komisi IV DPRD Jawa Barat, Imam Budi Hartono mengatakan, Gedung Sate sebagai ikon terkuat Jawa Barat merupakan gedung yang dibangun sejak zaman Belanda, tepatnya 27 Juli 1920.

Struktur bangunan yang kuat dan arsitekturnya yang unik dan keren membuat Gedung Sate menjadi tempat bersejarah yang sering dikunjungi oleh banyak turis, baik itu dalam negeri maupun mancanegara.

Imam mengatakan, halaman dan taman Gedung Sate sudah beberapa mengalami perbaikan untuk mendukung daya tarik agar ikon Jawa Barat lebih banyak lagi menjadi perhatian dunia.

“Terakhir tahun 2017, zamannya Gubernur Kang Aher Gedung Sate dilengkapi museum dan taman yang cukup menambah kerennya gedung tersebut,” katanya pada VIVAnews, Jumat 15 November 2019

Imam menganggap, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil tak puas dengan keadaan kondisi gedung sate saat ini. Pengalaman beliau dan keahlian dibidang arsitek membuat kebijakan anggaran yang mengorbankan uang rakyat sebesar Rp 71,162 miliar untuk merombak total taman dan fasilitas lain yang berada di Gedung Sate.

“RK (Ridwan Kamil) lupa masih banyak rumah rakyat yang tidak layak huni, RK lupa masih ada rakyat yang belum dapat listrik. RK lupa rakyat ribut soal zonasi SMA/SMK negeri yang kewajiban proVinsi untuk membangun,” ujarnya

Lebih lanjut politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Depok itu menilai, dalam setahun Ridwan Kamil menjadi Gubernur Jawa Barat, banyak proyek yang dibangun sebagai proyek pencitraan dan tidak mementingkan perasaan rakyat yang sedang kesusahan.

Bahkan, kata Imam, ada sejumlah proyek yang salah kaprah. Misalnya  proyek yang bukan kewenangan provinsi dibangun padahal itu kewenangan pusat atau kewenangan kota/kabupaten.

Diantaranya, proyek pariwisata Situ Rawa Kalong senilai Rp 85 miliar, proyek Kali Malang sebesar Rp 45 miliar.

“Menurut penilaian kami tidak strategis dan cenderung proyek pencitraan. Padahal para petani membutuhkan daerah irigasi dan jaringan irigasi yang rusak parah. Sawah mengalami kekeringan di musim panas lalu sehingga banyak petani gagal panen atau tak bisa menanam padi akibat tak teralirinya sawah mereka.”

Satu lagi, kata Imam, yakni proyek pembangunan alun-laun dibeberapa kota di Jawa Barat, padahal itu bukan kewenangan dan kewajiban Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan dinilai tidak tepat sasaran.

“Menurut kami yang merupakan kewajiban Jawa Barat seperti tidak menjadi perhatian. Seperti pembangunan SMAN dan SMKN setiap kecamatan yang menjadi keluhan tahun lalu karena pemberlakuan zonasi dalam penerimaan murid baru.”

Adapun rincian anggaran untuk proyek Gedung Sate yang juga jadi sorotan sebagai berikut:

  1. Pekerjaan persiapan Rp 500 juta
  2. Pekerjaan plaza basement Rp 21,076 miliar
  3. Pekerjaan plaza depan Gedung Sate Rp 5,316 miliar
  4. Pekerjaan taman samping Rp 4,718 miliar
  5. Pekerjaan jembatan Rp 5,074 miliar
  6. Pekerjaan plaza belakang Rp 5,004 miliar
  7. Pekerjaan taman ex lapangan Rp 5,967 miliar
  8. Pekerjaan taman dan tempat parkir mekanis area lapangan tenis Rp 23,507 miliar

Total : Rp 71, 162 miliar (rul/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here