Protes Dugaan Korupsi, Petugas Damkar Ini Minta Tolong Jokowi

Seorang petugas Damkar protes dugaan korupsi (Istimewa)

MARGONDA- Seorang petugas pada Dinas Pemadaman Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Depok viral di media sosial (medsos), usai melakukan aksi protes atas dugaan korupsi di tempatnya bekerja.

Melalui beberapa lembar poster, pria yang diketahui bernama Sandi itu bahkan memohon agar Presiden RI Joko Widodo turun tangan, mengusut dugaan kasus tersebut.

“Kalau untuk motif saya hanya memperjuangkan hak dan memang apa adanya kenyataan fakta di lapangan,” ujarnya saat dikonfirmasi pada Jumat 9 April 2021

Baca Juga: Kejari Bidik Tersangka Korupsi di Proyek Disdik

Adapun persoalan yang dikeluhkan, di antaranya soal pengadaan barang atau alat penunjang kerja yang menurutnya tidak sesuai standar keamanan.

“Untuk pengadaan barang Damkar itu hampir semua tidak sesuai spek yang kita terima, tapi kita dituntut bekerja 100 persen tapi barang-barang yang kita terima itu tidak 100 persen,” katanya

Sandi mencontohkan, harga selang yang katanya bernilai jutaan rupiah nyatanya mudah rusak. “Hanya beberapa tekanan saja sudah jebol,” tuturnya

Kemudian, Sandi juga mengeluhkan soal hak-hak yang dirasanya tidak adil. “Anggota disuruh tandatangan Rp 1,8 juta, padahal hanya menerima uangnya setengah, Rp 850 ribu. Waktu itu dana untuk nyemprot disinfektan. Kemarin-kemarin kita disuruh nyemprot segala macam,” katanya

Tak hanya itu saja, Sandi menyebut, honor untuk petugas yang non Pegawai Negeri Sipil (PNS) seperti dirinya, kerap dipotong dengan alasan untuk membayar iuran BPJS. Adapun honor yang semestinya diterima setiap bulan yakni Rp 3,4 juta.

“Honor kita tanda tangan Rp 3,4 juta tapi dipotong Rp 200 ribu. Katanya untuk BPJS, sedangkan BPJS pemerintah sudah ada anggarannya. Alasan pejabat kan nggak ada anggarannya. Saya tanya-tanya ternyata memang ada. Kita digelapin gitu.”

Sandi mengakui, jika aksinya ini akan beresiko, namun ia tak gentar.

“Teman-teman saya ngomong, takut, punya anak istri. Ya kalo saya, saya sudah kecebur, ya saya mau gimana terlanjur basah,” katanya

Sementara itu, Komandan Regu DPKP Posko Wali Kota Depok, Leo, tak menampik jika foto aksi protes yang viral di media sosial itu adalah salah satu anggotanya.

“Kalau peristiwa poster itu (protes) kalau tidak salah dua hari yang lalu. Dia melakukan sendiri, mungkin tidak ada kepuasan sama pemimpin,” katanya

Namun demikian, Leo belum bisa berkomentar banyak karena hal itu ada diranah pimpinan DPKP.

Terpisah, Kepala DPKP Depok, Gandara Budiana, sayangnya belum bersedia memberikan komentar meski sejumlah awak media telah mendatangi kantornya di kawasan GDC.

Tak hanya itu, ketika dihubungi melalui telepon selular, Gandara juga belum memberikan respon hingga berita ini diturunkan. (rul/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here