Produk Indonesia Laris Manis di Arab Saudi  

Wakil Kepala Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Jeddah, Azman Ridha

DEPOK– Upaya dan kerja keras Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah untuk meningkatkan ekspor Indonesia ke Arab Saudi membuahkan hasil yang membanggakan. Itu ditandai dengan diterimanya empat penghargaan Primaduta Award kepada empat perusahaan Arab Saudi yang menjadi pengimpor terbanyak dari Indonesia.

Perusahaan tersebut adalah Abdul Latif Jamil dengan nilai impor tahun 2018 sejumlah USD 400 juta, Mohammad Bawazier for Trading (MBT) dengan nilai impor tahun 2018 sebesar USD 42 juta, Said Bawazier Trading Corporation (SBTC) dengan nilai impor tahun 2018 sebesar USD 35 juta dan Mawla Dawilah dengan nilai impor tahun 2018 sebesar USD 5 juta. Hal ini diumumkan dalam kegiatan Trade Expo Indonesia (TEI) 2019 yang berlangsung di Tangerang, belum lama ini.

Adapun Abdul Latief Jamil bergerak pada segmen pasar potensial manufaktur. Sementara Mawla Dawilah, Mohammad Bawazier Trade (MBT) dan Said Bawazier Trade Corps (SBTC) pada segmen pasar produk UMKM, terutama untuk produk makanan dan minuman olahan, bumbu makanan, produk perikanan, pertanian, rempah-rempah, dan lain-lain.

Selain mendapatkan penghargaan Primaduta Award, dalam kegiatan TEI 2019 ini KJRI Jeddah melahirkan 3 MoU antara Perusahaan Mizanain dan PT. Industri Jamu Sido Muncul untuk pembelian produk antangin dengan nilai sebesar USD 1.4 juta, antara perusahaan SBTC dengan PT. Eka Timur Raya untuk pembelian canned mushroom product senilai USD 1 juta dan antara perusahaan Al Qamah dan PT. Kalibaru Cilacap untuk pembelian gula merah dan gula semut senilai USD 300.000.

Terkait dengan keberhasilan tersebut, Wakil Kepala Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Jeddah, Azman Ridha menjelaskan, bahwa KJRI Jeddah telah melakukan persiapan terpadu dengan melakukan berbagai kegiatan untuk menfasilitasi pengusaha Arab Saudi dan Indonesia dalam rangka mendukung kesuksesan penyelenggaraan TEI ke 34 dan meningkatkan ekspor Indonesia ke Arab Saudi.

Diantaranya adalah kunjungan lapangan 23 pengusaha Arab Saudi ke Indramayu dan Kuningan Jawa Barat dalam rangka mengikuti kegiatan Business Investment Forum dan membuka peluang kerjasama pengusaha kedua negara di bidang perikanan, pertanian, pengolahan bahan makanan dan minuman, kerja sama energi, kerja sama investasi dan lain sebagainya

“Selain itu tim ekonomi rerdagangan KJRI Jeddah juga melakukan kegiatan pertemuan dengan perusahaan karoseri bus Adiputro dan Laksana untuk menindaklanjuti rencana ekspor bus ke Arab Saudi untuk mendukung pelaksanaan ibadah Haji dan Umrah jamaah dari Indonesia,” katanya di Depok, Senin 28 Oktober 2019

Lebih lanjut Azman menambahkan, beberapa kegiatan lain yang dilakukan Tim Ekodag KJRI Jeddah adalah pertemuan dengan beberapa instansi pemerintah, diantaranya Kepala BKP dan OJK, Bekraf, Pemda Bogor, Sucofindo, ASITA, Dinas Pariwisata dan BPKMD Mataram NTB, Dinas Kehutanan Kaltim maupun pelaksanaan diskusi dan seminar pada kegiatan Cilacap Business Forum, dan Digital Economy Diplomacy.

“Pertemuan juga dilakukan dengan berbagai kalangan dunia usaha, start up, komunitas pengusaha dari berbagai daerah dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan berbagai daerah,” ujarnya

Kemudian, mewakili Tim Ekonomi Perdagangan (Ekodag) KJRI Jeddah, Azman juga sempat melakukan kunjungan ke Bandung didampingi beberapa pengusaha ekonomi kreatif untuk melakukan survey lapangan guna menjajaki Bandung sebagai destinasi wisata unggulan yang akan dipromosikan kepada wisatawan Arab Saudi.

“Dari hasil kunjungan tersebut, diantaranya yang potensial dipromosikan adalah potensi berbagai kawasan wisata unggulan Bandung, investasi di bidang agritourism (tourism berbasis agriculture dan agribisnis) dan kerjasama di bidang ekonomi kreatif.” (*red)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here