Prie GS Wafat, Wachid Solichin Kehilangan Inspirator Pemikiran

Prie GS
Prie GS. (Foto: Tangkapan Layar Instagram prie.gs)

BEJI—Supriyanto Gendut Sudarsono atau yang terkenal dengan nama Prie GS, meninggal dunia di Rumah Sakit Columbia Asia, Semarang, Jawa Tengah, akibat serangan jantung, Jumat 12 Februari 2021.

Budayawan kelahiran Kendal, Jawa Tengah, itu menghembuskan nafas terakhir sekira pukul 06:30 WIB dalam usia 56 tahun.

Kabar duka pun meluas dari Semarang hingga ke Kota Depok. Di kota yang akan dipimpin oleh Mohammad Idris-Imam Budi Hartono (Idris-Imam) ini, ternyata ada seorang penggemar Prie GS. Dia adalah Wachid Solichin, warga Kelurahan Pondok Cina, Kecamatan Beji.

Wachid Solihin
Wachid Solichin. (Foto: Istimewa)

Pria yang akrab disapa Wachid itu mengaku sedih sekaligus kehilangan ketika mengetahui Prie GS berpulang ke Rahmatullah.

Dibaca Juga: https://depoktoday.hops.id/sebatas-cinta-cara-pks-beji-menyayangi-kadernya/

Di mata Wachid, sosok Prie GS adalah salah satu inspirator pemikirannya. “Sedih dan kehilangan salah satu inspirator pemikiran,” ungkap Wachid ketika dikonfirmasi DepokToday.

Wachid pun mengungkapkan alasannya nge-fans dengan Prie GS. “Kajian humor sufi dan kapsul-kapsul YouTube beliau banyak anjurkan kesederhanaan,” katanya.

Wachid bahkan memiliki beberapa koleksi novel karya Prie GS, diantaranya berjudul “Hidup Ini Keras Maka Gebuklah” dan “Waras di Zaman Edan”.

Yang membuat Wachid bertambah bangga dengan Prie GS, di akhir hidupnya Prie GS terlihat sangat spiritualis. Ini dibuktikan Wachid dengan mengirim sebuah foto Prie GS berkopiah dengan pesan “Setiap kudengar ulama wafat semakin aku cemas jika yang tertinggal hanyalah orang-orang tanpa ilmu termasuk diriku.”

“Saya melihat di akhir hidupnya, beliau sangat spiritualis dan sempat menikahkan anaknya,” tutup kader PKS Kota Depok ini.

Kini Prie GS telah tiada. Jenazahnya telah dikebumikan di TPU Bergota 2 atau TPU Kembangarum, Kalipancur, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, sekira pukul 13.30 WIB.

Disitat dari wikipedia, Prie GS mengawali kariernya sebagai wartawan di Harian Umum Suara Merdeka Semarang, Jawa Tengah.

Prie GS juga dikenal sebagai kartunis, penyair, penulis, dan public speaker di berbagai seminar, diskusi, dan menjadi host untuk acaranya sendiri, baik di radio maupun televisi.

(tdr/*)