Presiden Jokowi Dukung Vaksinasi dari Rumah ke Rumah

Presiden Jokowi dukung program vaksinasi pelajar (Istimewa)
Presiden Jokowi dukung program vaksinasi pelajar (Istimewa)

DEPOK- Presiden Joko Widodo atau Jokowi, belakangan ini juga sedang mendorong percepatan vaksinasi bagi kalangan pelajar tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengan Atas (SMA).

Bahkan, presiden mendukung adanya program vaksinasi dari rumah ke rumah. Ia menilai, langkah tersebut efektif karena dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.

“Bagus. Door to door ini bagus. Artinya kita mendatangi dari rumah ke rumah yang ingin vaksin segera disuntik,” kata dikutip pada Sabtu 17 Juli 2021.

“Saya kira program dari rumah ke rumah ini bagus sekali. Terima kasih juga untuk Ketua RT yang juga telah ikut berpartisipasi mendorong warganya agar ikut vaksinasi,” sambung Presiden Jokowi.

Menanggapi hal itu, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan dalam laporannya menyebut, bahwa BIN memberikan perhatian yang serius kepada program vaksinasi untuk para pelajar.

Bahkan, ia sempat meninjau langsung pelaksanaan vaksinasi bagi pelajar di SMP Negeri 103 Jakarta bersama Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

“Badan Intelijen Negara sangat memberikan perhatian yang serius pada vaksinasi COVID-19,” ujarnya.

“Khusus untuk anak-anak usia 12 hingga 18 tahun, terutama pelajar SMP dan SMA yang merupakan generasi penerus dan menjadi tulang punggung bangsa dan negara Republik Indonesia ke depan,” timpalnya lagi.

Program vaksinasi dari rumah ke rumah yang didukung Presiden Jokowi itu mengikutsertakan tenaga medis dari BIN. Sebagai langkah awal mereka mendatangi perumahan warga di Kelurahan Cijantung, Kecamatan Pasar Rebo.

Presiden Jokowi Geber Vaksinasi

Deputi Bidang Intelijen Luar Negeri BIN, Mayjen TNI Agoes Joesni, mengatakan kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan mencari dan mendeteksi masyarakat yang berkeinginan untuk segera mendapatkan vaksin tetapi terhambat jarak atau administrasi lainnya.

“Ternyata jumlahnya lumayan banyak, di RT 06 ada 400 warga. Sebanyak 200 orang sudah vaksin, sedangkan 200 lainnya masih kami cari satu per satu yang berniat untuk di vaksin,” kata Mayjen TNI Agoes Joesni.

Baca Juga: Malaysia Hentikan Penggunaan Vaksin Sinovac, Ini Sebabnya

Mayjen TNI Agoes Joesni juga melaporkan bahwa dengan adanya program vaksinasi dari rumah ke rumah, BIN berkesempatan untuk memberikan bantuan sosial kepada masyarakat berupa sembako dan vitamin secara lengkap.

Selain itu, melalui program ini pendataan bagi masyarakat yang memiliki penyakit bawaan juga dilakukan.

“Di RT 06 ini ternyata sebagian besar masyarakat penyakitnya hipertensi dan diabetes. Ini yang menghalangi beberapa orang tidak bisa melaksanakan vaksinasi,” lanjutnya.

Untuk diketahui, vaksinasi bagi pelajar dan program vaksinasi dari rumah ke rumah dilaksanakan di 14 provinsi daerah episentrum.

Kegiatan ini dilaksanakan dengan menyasar 49 ribu yang terdiri atas 15 ribu pelajar SMP, 15 ribu pelajar SMA, dan 19 ribu masyarakat peserta vaksinasi dari rumah ke rumah. (rul/*)