Pradi Soroti Persoalan Sampah Depok

TPSA Cipayung, Depok (DepokToday, Rul)

CIPAYUNG– Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) di kawasan Cipayung, Depok, Jawa Barat kondisinya kian memprihatinkan karena telah melebihi kapasitas. Data Pemerintah setempat mencatat, sedikitnya ada sekira 1.250 ton sampah per-hari yang dikirim ke lokasi tersebut.

Salah satu solusi untuk mengatasi persoalan itu ialah dengan mengirimkan sebagian sampah warga Depok ke Tempat Pengelolaan dan Pembuangan Sampah Akhir (TPPSA) di Lulut Nambo, Bogor. Namun sayangnya rencana itu masih belum menemui titik terang karena berbagai persoalan.

“Kondisi TPSA Cipayung ini sudah over kapasitas. Tingginya sudah puluhan meter dan ini dikhawatirkan terjadi longsor,” kata Wakil Wali Kota Depok, Pradi Supriatna pada wartawan, Sabtu 9 november 2019

Terkait hal itu, Pradi pun berharap Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat untuk bisa mendorong kebijakan tersebut (pemindahan sampah) agar dapat terealisasi di tahun 2020

“Ini kan sifatnya koordinasi provinsi pada kami (Pemkot Depok) terkait persoalan sampah yang akan dibuang ke TPPSA Nambo. Nah ini kan kaitannya juga dengan beberapa wilayah seperti Kota Bogor, Kabupaten Bogor, kemudian Tangsel, harapannya ya kita bisa duduk bersama nanti membahas ini.”

Selain berharap TPPSA Nambo segera terealisasi, langkah lainnya yang diupayakan Pemerintah Kota Depok dalam mengatasi persoalan sampah ialah dengan memaksimalkan fungsi relawan bank sampah yang ada di setiap kelurahan dan kecamatan di Kota Depok.

“Keberadaan teman-teman relawan tentu saja sangat membantu dalam mengurangi pasokan sampah ke TPSA Cipayung. Mereka bisa melakukan daur ulang.”

Lebih lanjut Pradi berjanji, pihaknya akan membawa aspirasi sejumlah relawan bank sampah yang ingin mendapatkan perhatian lebih berupa insentif dan jaminan kesehatan. “Ya kita akan bahas nanti,” katanya

Sementara itu, ketika disinggung soal kompensasi sejumlah warga Cipayung yang terdampak akibat menumpuknya sampah di TPSA tersebut, Pradi menegaskan, pihaknya telah mengaturnya melalui dinas terkait dan akan melakukan evaluasi lebih lanjut.

“Terkait hal ini sungguh sebetulnya kompensasi yang dilakukan antaranya, kan sudah banyak menyerap tenaga kerja dari lingkungan warga disana, termasuk juga soal kesehatan walau masih dinamis.”

Untuk diketahui, sampah yang dihasilkan warga Depok mencapai ribuan ton per harinya. Angka ini merangkak naik dari tahun ke tahun hingga menyebabkan over kapasitas di TPSA Cipayung. Tak hanya rawan longsor, warga juga mengeluhkan bau busuk dan limbah pekat hasil tumpukan sampah yang mengalir ke kali di kawasan tersebut. (rul/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here