Pradi Kritik Kondisi Depok Selama 15 Tahun, Idris Ngotot Ingin Melanjutkan

Debat pasangan calon pada Pilkada Depok (Istimewa)

MARGONDA- Debat perdana pasangan calon wali-wakil wali kota periode 2021-2026 baru saja digelar oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Minggu 22 November 2020. Kegiatan itu berlangsung cukup sengit sejak babak awal dibuka.

Adapun tema yang diangkat adalah mengelola pemerintahan, pelayanan publik dan hukum dalam era kebiasaan baru. Acara debat kandidat berlangsung terbatas dan disiarkan secara langsung oleh salah satu stasiun televisi swasta.

Pada sesi pembuka, Pradi-Afifah mendapat giliran pertama untuk menyampaikan visi dan misi. Kesempatan ini langsung dimanfaatkan Pradi untuk mengkritik kubu Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebagai petahana yang telah berkuasa selama 15 tahun di Kota Depok

“Depok adalah kota yang sangat berdekatan dengan ibu kota, banyak warganya kerja di Jakarta. Namun selama 15 tahun terakhir, masih ada persoalan-persoalan klasik. Menurut kami ada lima yang hal harus dibenahi,” katanya dikutip pada Senin 23 November 2020

Baca Juga: Debat Publik di iNewsTV, Pradi-Afifah Tampil Memukau

Adapun persoalan pertama, jelas Pradi, yakni soal penanganan kesehatan, terlebih disaat masa pandemi. Pradi menilai bantuan sosial tak merata dan tidak tepat sasaran.

Persoalan kedua, tentang pendidikan.Menurutnya ini cukup krusial, di antaranya tentang tingginya biaya pendidikan, hingga sarana dan prasasarana yang tidak merata. Kemudian persoalan ketiga adalah kemacetan, banjir, dan sampah. “Banjir, Depok hujan sedikit saja langsung banjir.”

Selanjutnya persoalan ke empat adalah birokrasi. Kedepan, Pradi-Afifah berjanji jika terpilih pihaknya akan melakukan sistem birokrasi secara profesional yang berbasis pada latar belakang kompetensi.

Dan yang kelima, kata politisi Gerindra itu adalah persoalan kriminalitas. Menurutnya, hal itu dapat ditekan dengan kerjasama yang baik antar berbagai pihak di Kota Depok.

“Untuk itu Pradi-Afifah paslon nomor satu punya tagline, mengayomi semua, modern dan berbudya,” tegasnya

Afifah menambahkan, program yang dibuatnya bersama Pradi dan partai koalisi akan dirasakan langsung oleh warga Depok. “Kami akan berbuat untuk kemanjuan Kota Depok,” katanya

Sementara itu, calon Wali Kota Depok dari nomor urut dua, Mohammad Idris pada awal pembukaan debat memilih untuk berpantun.

“Si Pitung jagoan Betawi, jago silat pintar mengaji, wali kotanya pak kiyai tambah mantep wakilnya alumni UI,” kata Idris dan calon wakil-nya Imam

Idris mengklaim, pihaknya berpengalaman dalam sisi eksekutif dan legislatif serta ingin melanjutkan dan mensukseskan pembangunan di Kota Depok yang maju, berbudaya dan sejahtera.

“Maju dalam hal ini kami menawarkan dua misi, yaitu meningkatkan pembangunan infrastruktur yang berbaisis teknologi dan ramah lingkungan,” jelasnya

Kemudian, ia juga berjanji akan meningkatkan tata kelola pemerintahan yang modern dan partisipatif.

“Untuk budaya kami menawarkan mewujudkan masyarakat yang relijius dan berbudaya, berbasis kebhinekaan dan ketahanan keluarga, hasilnya adalah kesejahteraan.”

Ia ingin, Kota Depok mandiri dan berdaya saing, serta menjadi kota yang sehat aman dan tentram. (rul/*)     

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here