Pradi-Afifah Kuasai Debat, Waras: Mereka Paham Persoalan

Waras Wasisto bersama para pendukung Pradi-Afifah (Istimewa)

JAKARTA- Pasangan nomor urut satu, calon Wali-Wakil Wali Kota Depok, Pradi Supriatna-Afifah Alia disebut-sebut tampil elegan dan menguasai bahan pada debat putaran pertama calon kepala daerah yang disiarkan langsung di salah satu stasiun televisi swasta pada Minggu 22 November 2020.

Bahkan Pradi membuat Idris nyaris tak berkutik ketika membanggakan penghargaan Wahana Tata Nugraha pada 2019 soal sistem tranformasi perkotaan.

“Mohon maaf Pak Idris, karena kita berpartner ya saat itu pada saat mendapatkan Wahana Tata Nugraha ya,” kata Pradi dikutip pada Senin 23 November 2020

Baca Juga: Kritik Idris Depok Bukan Hanya Margonda, Pradi: Sampean Cuma Wacana  

Menurut Pradi, saat itu sifatnya ekspose dari 524 kabupaten/kota se-Indonesia.

“Kebetulan yang ekspose adalah saya di Kementerian Perhubungan bersama dengan kepolisian saat itu,” jelasnya

Pradi mengatakan, ketika itu dirinya dengan Dinas Perhubungan Kota Depok, melakukan ekspose perencanaan dan hasilnya luar biasa.

“Kami mendapatkan angka 100 tanpa cacat terkait perencanaan ini,” tegas Pradi

Tak hanya itu, Idris juga dinilai tak berkutik ketika Pradi menyatakan usulan dirinya soal pembangunan infrastruktur Kota Depok. Sayangnya ide tersebut dicoret oleh Idris.

Akibatnya selama 15 tahun Depok dipimpin kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan 5 tahun dibawah kepemimpinan Idris, Depok dianggap mandek. Seperti diketahui Pradi adalah wakil wali kota dari Idris pada periode 2015-2020.

“Ini menandakan bahwa selama 5 tahun terakhir Pradi tidak dilibatkan dalam merumuskan pembangunan di Kota Depok,” kata anggota DPRD Jawa Barat, Waras Wasisto

Lebih lanjut, Waras juga menyoroti kecerdasan Afifah dalam debat perdana kemarin. Menurutnya, Afifah seorang sarjana teknik sipil yang sangat mengerti bagaimana harus membangun Kota Depok.

“Afifah sampaikan tadi bahwa dia sadar betul hari ini APBD Kota Depok ini sangat kecil hanya Rp 3,5 triliun, sehingga harus digunakan secara efektif dan efisien mungkin dan tepat sasaran. Afifah paham betul bagaimana mengolah anggaran kecil karena dia seorang pebisnis.”

Fraksi PDI-Perjuangan itu menilai, Pradi-Afifah luar biasa pada debat pertama ini. Dalam beberapa aspek yang ditanyakan oleh panelis melalui ‘host’ soal infrastruk jelas sekali bahwa 15 tahun ini Pemkot Depok dibawah kepemimpinan Idris tidak melakukan apapun.

Soal koordinasi dengan pemerintah pusat dan daerah, kepemimpinan Idris dinilai sangat lemah. Sehingga ketika Afifah menjabarkan bagaimana komunikasi yang baik dengan pemerintah pusat dan Jawa Barat, membuat Idris dan IBH terperanga.

“Pemikiran Afifah sebagai orang calon wakil walikota yang belum pengalaman ini saya pikir luar biasa sangat brilian dengan ide dan gagasannya.”

Waras menambahkan, dalam bidang Sumber Daya Manusia (SDM) Afifah berkali-kali menegaskan bahwa ‘the right man in the right place’. Ini sangat penting jangan pernah menempatkan orang di satu dinas yang dia tidak mengerti di bidangnya.

“Jika ini dibiarkan seperti 5 tahun sekarang ini, Pemerintah Depok akan amburadul. Bayangkan saja bila dinas tenaga kerja misalnya ditaruh orang yang lulusannya katakanlah insinyur. Ini kan enggak pas,” katanya. (rul/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here