Prabowo Subianto Dilawan Juniornya di Kopassus: Emang Kenapa Bang?

Prabowo Subianto (Foto: Istimewa)
Prabowo Subianto (Foto: Istimewa)

DepokToday- Menteri Pertahanan, Jenderal (purn) Prabowo Subianto yang dikenal galak ternyata pernah diamuk anak buahnya sendiri. Pengalaman pahit itu dirasakan Ketua Umum Gerindra tersebut ketika masih aktif sebagai seorang prajurit.

Melansir Hops.id jaringan DepokToday.com, Prabowo Subianto pernah marah besar terhadap adik tingkatnya yang juga bawahannya Suryo Prabowo saat sama-sama masih aktif di TNI.

Baca Juga: Terpopuler DepokToday, 11 November 2021: Dikira Batang Kayu Ternyata Binatang, Kisah Tiga Srikandi ITB

Suryo Prabowo dan Prabowo Subianto saling mengenal karena mereka saat itu adalah perwiara tempur.

Apalagi Suryo Prabowo pernah menjabat sebagai Kepala Zeni Kopassus, sedangkan Prabowo adalah perwira Kopassus yang cukup populer.

Suryo Prabowo disebut-sebut jadi salah satu orang yang berjasa membangun fasilitas pelatihan pasukan elit Satuan 81 Gultor Kopassus.

Sedangkan Prabowo adalah wakil Komandan Sat 81 Gultor di awal berdirinya pasukan elit Kopassus itu.

Baca Juga: Zaidul Akbar Sarankan Jangan Makan Ini: Cepat Tua dan Berpenyakit

Belakangan diketahui, saat berdinas dulu, Prabowo Subianto ternyata pernah marah besar terhadap Suryo.

Kisah tersebut diceritakan dalam sebuah buku biografi dari Letjen Suryo Prabowo bertajuk, “Si Bengal Jadi Jenderal” karya Tony Setiawan dan Maria Dominique Setiawan.

Kejadian itu bermula ketika Prabowo ingin beri jabatan anak buahnya jadi Komandan. Dijelaskan dalam buku tersebut, peristiwa ini terjadi pada akhir tahun 90-an atau tepatnya 1997.

Kala itu, Prabowo sang senior berpangkat Brigjen dan Suryo Prabowo berpangkat masih kolonel.

Baca Juga: Wali Kota Depok Keluarkan Edaran Untuk Orang Tua Jaga Anak PTM Terbatas

Sebagaimana diketahui Prabowo ketika itu memiliki pengaruh besar di lingkungan TNI Angkatan Darat. Kemudian Prabowo pun mengusulkan agar adik asuhnya di militer itu dijadikan sebagai Komandan Korem 164 Wira Dharma Timor Timur.

Prabowo sempat mengutarakan hal ini ke Suryo Prabowo.

“Sur, ternyata selama ini kita salah. Kita beranggapan agama keristen sama dengan agama katolik. Ternyata beda ya,” kata Prabowo ke Suryo.

Prabowo saat masih aktrif di Kopassus (Foto: Istimewa)
Prabowo saat masih aktrif di Kopassus (Foto: Istimewa)

Mendengar pernyataan Prabowo Subianto, Suryo Prabowo heran. Ia penasaran dengan maksud pernyataan Prabowo Subianto.

“Emang kenapa bang?,” Tanya Suryo.

Prabowo lantas mengutarakan maksud omongannya. “Kami kepingin kamu yang perwira katolik bisa menjadi Danrem di Timtim agar rakyat TImtim lebih muda menerimanya,” tutur Prabowo.

Prabowo Subianto Dibentak Anak Buah

Nah ternyata Suryo Prabowo tersinggung dengan ucapan Prabowo. Ia tak terima Prabowo menjadikan agama sebagai pertimbangan dalam penempatan jabatan.

“Kalau alasannya agama, saya tidak mau menjabat sebagai Danrem di Timtim, Jenderal!” tegas Suryo.

Karena dibuat jengkel, Suryo sudah tidak lagi menggunakan panggilan Bang ke Prabowo Subianto. Sebagai informasi, panggilan abang biasa digunakan para lulusan Akmil terhadap para seniornya.

Namun karena sudah bicara masalah prinsip, Suryo pun berbicara ke Prabowo dengan panggilan Jenderal bukan lagi bang.

Baca Juga: Hambat Program Jokowi, BPN Blak-blakan Soal Kisruh Tanah di Depok

Menurut Suryo Prabowo, penempatan jabatan di lingkungan Angkatan Darat tidak boleh didasarkan pada agama.

Suryo berpendapat, bahwa jabatan Komandan tidak menempatkannya menjadi tokoh agama.

Untuk mendukung argumennya, Suryo mengambil contoh tokoh militer Alex Kawilarang yang beragama Kristen dan Mayjen AJ Witono beragama Katolik. Keduanya pernah sukses memimpin Kodam Siliwangi yang notabene banyak warganya beragama Islam.

Mendengar bantahan Suryo, Prabowo sangat marah. Ia tidak terima dengan sikap bawahan yang berani membantahnya.

Akhirnya Suryo pun tidak dipilih menjadi Danrem Timtim. Yang terpilih adalah Kolonel Infanteri Sidabutar. (rul/*)