PPKM Level 4 Lanjut di Depok, Ini Aturan Lengkapnya

PPKM Level 4, aparat gabungan TNI, Polri, Dishub dan Satpol PP melakukan penyekatan di kawasan Margonda. (DepokToday.com)
PPKM Level 4, aparat gabungan TNI, Polri, Dishub dan Satpol PP melakukan penyekatan di kawasan Margonda. (DepokToday.com)

DepokToday – Wali Kota Depok, Mohammad Idris menerbitkan aturan untuk pelaksanaan PPKM Level 4 yang berlaku mulai 17 hingga 23 Agustus 2021 mendatang.

Aturan itu tertuang dalam Keputusan Wali Kota Depok Nomor 443/345/Kpts/Satgas/Huk/2021 tentang Perpanjangan Keempat PPKM Level 4 COVID-19.

Aturan itu sebagai turunan dari Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 34 Tahun 2021 tentang PPKM Level 4, Level 3 Dan Level 2 COVID-19 di Wilayah Jawa dan Bali.

Baca Juga: Belum Tersentuh Bantuan, PPKM Bikin Sopir Angkot Depok Menjerit

Berikut rincian aturan PPKM Level 4 di Kota Depok:
1. Sektor non esensial

Menerapkan Work From Home (WFH) sebesar 100 persen.

2. Sektor esensial seperti :

a. keuangan dan perbankan, beroperasi dengan kapasitas paling banyak 50 persen staf untuk lokasi yang berkaitan dengan pelayanan kepada masyarakat, serta 25 persen untuk pelayanan administrasi perkantoran guna mendukung operasional.

b. pasar modal, beroperasi dengan kapasitas paling banyak 50 persen staf.

c. teknologi informasi dan komunikasi, beroperasi dengan kapasitas paling banyak 50 persen staf.

d. perhotelan non penanganan karantina, beroperasi dengan kapasitas paling banyak 50 persen staf.

e. industri orientasi ekspor dimana pihak perusahaan harus menunjukkan bukti contoh dokumen Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) selama 12 bulan terakhir atau dokumen lain yang menunjukkan rencana ekspor dan wajib memiliki Izin Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri (IOMKI), hanya dapat beroperasi satu shift dengan kapasitas paling banyak 50 persen staf hanya di fasilitas produksi/pabrik, serta 10 persen untuk pelayanan administrasi perkantoran guna mendukung operasional.

f. sektor pemerintahan yang memberikan pelayanan publik yang tidak bisa ditunda pelaksanaannya, 25 persen Work From Office (WFO) dengan protokol kesehatan secara ketat.

3. Sektor kritikal seperti:

a. kesehatan, keamanan dan ketertiban, beroperasi 100 persen stas tanpa ada pengecualian.

b. penanganan bencana, energi, logistik, transportasi dan distribusi terutama untuk kebutuhan pokok masyarakat, makanan dan minuman, pupuk dan petrokimia, semen dan bahan bangunan, obyek vital nasional, proyek strategis nasional, konstruksi dan utilitas dasar, beroperasi 100 persen paling banyak staf , hanya pada fasilitas produksi/konstruksi/pelayanan kepada masyarakat dan untuk pelayanan administrasi perkantoran guna mendukung operasional, diberlakukan paling banyak 25 persen staf.