PPKM Level 4 Diperpanjang Sampai 2 Agustus, BIN Siaga 24 Jam

PPKM Level 4, aparat gabungan TNI, Polri, Dishub dan Satpol PP melakukan penyekatan di kawasan Margonda. (DepokToday.com)
PPKM Level 4, aparat gabungan TNI, Polri, Dishub dan Satpol PP melakukan penyekatan di kawasan Margonda. (DepokToday.com)

DepokToday- Pemerintah kembali memperpanjang aturan terkait pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM Level 4 sampai dengan 2 Agustus 2021.

Terkait hal itu, Badan Intelijen Negara (BIN) bakal dikerahkan untuk melakukan patroli siber selama 24 jam.

“Saya memutuskan untuk melanjutkan penerapan PPKM Level 4 dari 26 Juli sampai 2 Agustus 2021,” kata Presiden Jokowi dilansir dari Hops.id jaringan DepokToday.com pada Minggu 25 Juli 2021.

Jokowi menjelaskan, alasan PPKM diperpanjang adalah untuk kepentingan bersama. Pemerintah, mementingkan aspek kesehatan ekonomi serta dinamika sosial.

Dengan demikian, PPKM akan terus dilakukan guna menekan angka penyebaran COVID-19 di Indonesia.

Jokowi perpanjang PPKM Level 4, BIN Patroli 24 jam

Keputusan itu akan berdampak pada tugas BIN yang akan patroli 24 jam, mengingat PPKM yang berlaku 3-25 Juli kemarin, BIN terus melakukan patroli.

Patroli itu bertujuan untuk mencermati dinamika penanganan pandemi virus corona baru (COVID-19), termasuk gejolak masyarakat terhadap kebijakan PPK

“BIN juga aktif melaksanakan patroli siber selama 24 Jam, setiap hari selama seminggu dalam rangka mencermati aspirasi maupun berbagai narasi yang berkembang di ranah siber,” kata Deputi VII BIN, Wawan Hari Purwanto.

Temuan BIN kata Wawan, demonstrasi di era pandemi termasuk demonstrasi Jokowi End Game merupakan salah satu narasi yang dikembangkan di media sosial.

Waspada Gerakan Provokator

Dalam poster ajak demonstrasi yang ditemukan BIN kata Wawan, dibuat oleh provokator dengan sengaja mencatut logo-logo perusahaan e-commerce untuk menarik massa yang lebih banyak.

“Faktanya perusahaan-perusahaan tersebut maupun komunitas ojol menyebut rencana aksi tersebut adalah bagian dari kabar bohong.”

Baca Juga: Catat.. Penumpang Perjalanan Udara Kini Wajib Terdaftar di Aplikasi Ini

Sementara itu, pengamanan tetap dilakukan guna mencegah secara dini dan mendeteksi dini dari segala kemungkinan provokasi lanjutan di lapangan.

Hal itu kata Wawan, dilakukan sebagai antisipasi guna mencegah klaster baru COVID-19.

“Selain itu, narasi penolakan PPKM juga terindikasi digunakan untuk menyudutkan pemerintah oleh kelompok kepentingan hingga ajakan untuk menurunkan Presiden Jokowi,” katanya. (rul/*)