PPKM Darurat Diberlakukan, Penumpang di Stasiun Depok Baru Menurun

Area Stasiun Depok Baru.(Foto: Dok. DepokToday)
Area Stasiun Depok Baru.(Foto: Dok. DepokToday)

DEPOK – Empat hari pelaksanaan PPKM Darurat, Stasiun Depok baru mencatat pengurangan jumlah penumpang pada jam sibuk. Jumlahnya hampir setengah penumpang jika dibandingkan sebelum pelaksanaan kebijakan itu.

Kepala Stasiun Depok Baru Supriyanto menjelaskan, jumlah penumpang dari yang biasanya sebanyak 5.000 orang pada jam sibuk, kini hanya sekira 3.000 orang setiap harinya. “Jam sibuk itu mulai dari pukul 04.00-08.00 WIB, saat ini mengalami penurunan,” jelas dia Selasa 6 Juli 2021.

Dampak ini kata dia, membuat stasiun Depok Baru terlihat lebih tertib dari sebelum adanya PPKM Darurat ini. “Jadi lebih tertib ya saat ini,” sebut dia.

Baca juga:Depok Kekurangan Stok Peti Mati, Petugas: Kami Keteteran

Pada stasiun Depok Baru, penumpang juga dapat pergi tanpa menunjukan persyaratan apapun. Mereka hanya wajib menunjukan tiket masuk.

Persyaratan seperti surat hasil antigen juga tidak diberlakukan pada stadium ini. “Untuk yang syarat itu, hanya berlaku pada stasiun yang melayani perjalanan ke luar kota,” sebut dia.

Sebagaimana diketahui, Presiden Joko Widodo atau Jokowi resmi memberlakukan PPKM darurat sebagai pengetatan aktivitas masyarakat selama dua pekan mulai dari tanggal 3 hingga 20 Juli 2021.

Menurut Jokowi, keputusan itu diambil setelah mempertimbangkan berbagai masukan dari masyarakat mulai dari tingkat menteri kabinet hingga kepala daerah tiap-tiap kabupaten dan kota seluruh Indonesia.

“Setelah mendapatkan banyak masukan dari para menteri, para ahli kesehatan dan juga para kepala daerah, saya memutuskan untuk memberlakukan PPKM darurat sejak tanggal 3 -20 juli 2021. Khusus di Jawa dan Bali,” kata Jokowi melalui live streaming di youtub Sekretariat Presiden, Kamis 1 Juli 2021.

Pemerintah Kerahkan Pasukan

Pemerintah mengerahkan seluruh kekuatannya guna mendukung terlaksananya PPKM darurat ini sebagai jawaban atas lonjakan kasus COVID-19 yang terjadi beberapa hari kebelakang ini.

“Seluruh aparat negara, TNI, Polri, maupun aparatur sipil negara, dokter dan tenaga kesehatan harus bahu membahu bekerja sebaik baiknya untuk menangani wabah ini,” kata Jokowi.

Jokowi menegaskan, pemberlakuan PPKM darurat ini akan dilakukan secara lebih ketat daripada pelaksanaan PPKM yang sudah diterapkan sebelum-sebelumnya selama pandemi COVID-19 melanda Indonesia. (lala/*)