PPKM Darurat Batal Tutup Masjid, Maruf Amin: Saya Sudah Berusaha

Wapres RI. Maruf Amin. Belakangan ini banyak yang mendesak ia mundur dari jabatannya. Foto: Istimewa
Wapres RI. Maruf Amin. Belakangan ini banyak yang mendesak ia mundur dari jabatannya. Foto: Istimewa

JAKARTA- Pemerintah telah merevisi point terkait Peraturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Salah satunya adalah membatalkan penutupan tempat ibadah, seperti masjid. Wakil Presiden Maruf Amin mengaku turut andil dalam kebijakan tersebut.

Dilansir dari Hops.id jaringan DepokToday.com, Maruf Amin mengaku hal tersebut dilakukannya setelah mendengar aspirasi dari para ulama yang menyempaikan pesan dan keberatan atas larangan masjid melakukan kegiatan ibadah.

“Ya alhamdulillah, saya sudah berusaha karena banyak protes dari masyarakat supaya tidak ditutup. Di dalam aturan yang terbaru itu sudah disebutkan bahwasanya tidak ada lagi kata-kata menutup masjid, tapi yang ada adalah dilarang untuk berkerumun,” katanya melalui rilis Setwapres Selasa 13 Juli 2021.

Meski mengaku berhasil membuka tempat ibadah seperti masjid, namun Maruf Amin menegaskan kepada masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan yang dijalankan pemerintah dan tidak menyelenggarakan kegiatan yang bersifat mengumpulkan massa seperti resepsi pernikahan.

“Bahkan nanti supaya tidak ada perbedaan, selain itu juga yang dulunya orang resepsi dibolehkan dengan jumlah 30 orang, maka sekarang ditiadakan resepsi tidak boleh sama sekali. Masa jemaah salat tidak boleh resepsi perkawinan boleh. Karena itu resepsi perkawinan juga tidak boleh,” jelasnya.

Baca Juga: Ada 171 Zona Merah COVID-19 di Depok, Dimana Saja? 

“Jadi ini sudah sesuai dengan tuntutan para kiai yang tidak boleh itu berjamaahnya baik Rawatib, maupun juga jumatan, dan juga [salat] id. Dan id itu tidak hanya di dalam masjid, tetapi juga di luar masjid sampai keadaan nanti sudah memungkinkan lagi, karena ada bahaya yang harus kita hindari,” katanya lagi.

Maruf Amin Revisi PPKM Darurat

Keputusan diperbolehkannya masjid tetap dibuka selama PPKM darurat, dikeluarkan oleh Mendagri Tito Karnavian, yang telah menerbitkan Instruksi Mendagri Nomor 19 Tahun 2021 tentang Perubahan Ketiga InMendagri Nomor 15 Tahun 2021 tentang PPKM Darurat di Jawa-Bali.

Dalam In Mendagri Nomor 19 Tahun 2021 itu, resmi salah satu larangan menutup tempat ibadah awalnya, dengan demikian tidak dilakukan dimana pemerintah tidak lagi menutup tempat ibadah semua agama pada masa PPKM Darurat.

Sementara itu, dalam aturan terbaru, pelaksanaan resepsi pernikahan ditiadakan selama penerapan PPKM Darurat. Padahal, di beleid sebelumnya, kegiatan ini diperbolehkan hanya dengan maksimal kapasitas sebanyak 30 orang. (rul/*)