Portugal vs Prancis, Final Ulangan Piala Eropa 2016

Bruno Fernandes (kiri) dan Paul Pogba.(Foto: Tangkapan Layar situs resmi UEFA)
Bruno Fernandes (kiri) dan Paul Pogba.(Foto: Tangkapan Layar situs resmi UEFA)

BUDAPEST—Memori final Piala Eropa 2016 kembali terulang di Piala Eropa 2020 ketika Portugal menghadapi Prancis di Budapest, Kamis 24 Juni 2021 dini hari WIB.

Namun pertemuan kedua tim di Puskas Arena itu bukan laga final sesungguhnya, tetapi hanya sebatas pertandingan terakhir penyisihan Grup F Piala Eropa 2020.

Meskipun hanya laga penyisihan grup, tapi kadar keseruan pertandingan bertajuk “final ulangan” ini diprediksi tidak akan berkurang. Apalagi Portugal dan Prancis punya misi yang sama, yakni lolos ke babak 16 Besar.

DIBACA JUGA: Dibombardir Jerman, Langkah Portugal ke 16 Besar Tertunda

Jika di final Piala Eropa 2016 tertuju pada trofi juara, kali ini jauh sebelum menuju ke hal prestisius itu, mereka harus lebih dulu fokus merebut tiket babak 16 besar. Walaupun masih ada harapan lolos dari jalur peringkat tiga terbaik, apabila mereka tidak bisa mendapat tiket dari jalur juara grup dan runner-up.

Klasemen sementara Grup F Piala Eropa 2020.(Foto: Tangkapan Layar situs resmi UEFA)
Klasemen sementara Grup F Piala Eropa 2020.(Foto: Tangkapan Layar situs resmi UEFA)

Di pertandingan ini, Portugal yang menempati posisi tiga klasemen sementara Grup F akan lolos jika terhindar dari kekalahan.

Portugal akan finis pertama jika menang dari Prancis dan di pertandingan lain Jerman tidak memetik kemenangan juga. Portugal akan finis keempat jika kalah dari Prancis dan Jerman juga kalah dari Hungaria.

Magis Ronaldo

Melawan Prancis bukan hal mudah bagi Portugal. Mengemban status juara bertahan Piala Eropa menjadi gengsi apabila kalah dari Prancis. Kalah, maka dendam Prancis di final Piala Eropa 2016 pun terbalas.

Kemudian kekalahan Portugal dari Jerman 2-4 pada hari Sabtu lalu membuat mereka lebih membutuhkan poin untuk pertandingan “final ulangan” ini.

Nasib Selecao—julukan Portugal—masih di tangan mereka sendiri, dan mereka akan kembali berharap pada magis dari sang pencetak gol terbanyak Piala Eropa 2020 sekaligus pemecah rekor gol Piala Eropa sepanjang masa, Cristiano Ronaldo.

Cristiano Ronaldo, kapten tim Portugal.(Foto: Twitter Cristiano Ronaldo)
Cristiano Ronaldo, kapten tim Portugal.(Foto: Twitter Cristiano Ronaldo)

Pelatih Portugal, Fernando Santos, sudah mengevaluasi kinerja tim seusai dikalahkan Jerman 2-4. Dikatakannya, akan ada perubahan strategi ketiga menghadapi Prancis.

“Kami telah menganalisis pertandingan Jerman dan sampai pada kesimpulan bahwa kami tidak memainkan gaga sepak bola Portugis. Ada yang salah jika tim yang kebobolan tiga gol hanya sekali dalam 58 pertandingan, kebobolan empat untuk pertama kalinya. Anda harus menyerang dan bertahan dengan baik,” kata Santos disitat uefa.com.

DIBACA JUGA: Kesempatan Prancis dan Portugal Mengunci Tiket 16 Besar

Mengenai lawan tandingnya, Prancis, Santos menegaskan mereka (Prancis—red) tidak boleh di pandang sebelah mata.

“Prancis adalah tim yang sangat kuat melalui pertandingan dan mereka banyak bertahan. Melawan Jerman kami melihat [Antoine] Griezmann menghabiskan hampir seluruh babak kedua bermain sebagai bek kanan dan memulai serangan balik, yang dia lakukan dengan baik,” ungkap Santos.

Melanjutkan yang Tertunda

Untuk Prancis, tim yang diarsiteki Didier Deschamps ini bisa lolos dan akan finis pertama jika menang dari Portugal, atau jika main seri dan Jerman (di pertandingan lainnya) tidak mengalahkan Hungaria.

Jika Prancis kalah dari Portugal dan Hungaria menang, tempat kedua akan ditentukan berdasarkan selisih gol secara keseluruhan.

Melawan Portugal menjadi misi membalas kekalahan Prancis di final Piala Eropa 2016. Namun fokus tim saat ini adalah melanjutkan tujuan yang tertunda yakni lolos ke babak 16 besar.

Skuat Prancis di Piala Eropa 2020.(Foto: Twitter Prancis)
Skuat Prancis di Piala Eropa 2020.(Foto: Twitter Prancis)

Memang, hasil imbang Prancis dengan Hungaria 1-1 membuat mereka tetap di puncak klasemen dengan empat poin. Tapi hal itu menyebabkan Prancis gagal meraih tiket 16 lebih awa dari tim lainnya di Grup F.

DIBACA JUGA: Hungaria Gagalkan Prancis Menyegel Tiket 16 Besar Lebih Awal

Kini, menghadapi Portugal, Prancis ingin memulihkan momentum dengan meraih kemenangan sehingga keluar sebagaj juara Grup F.

“Tidak ada motivasi ekstra dengan kemungkinan mengalahkan Portugal. Ambisi kami adalah untuk mendapatkan hasil terbaik yang akan berdampak pada klasemen dan, kebetulan, pada lawan kami. Kami dijamin akan menang, lolos ke babak 16 besar dan itu memberi kami ketenangan tertentu yang tidak bersaing dengan ambisi kami,” terang Pelatih Prancis Didier Deschamps.

(tdr/*)