Polri Didesak Usut Penganiaya Anggota M1R

Mukhlis Effendi (Istimewa)

BEKASI– Organisasi Maluku Satu Rasa (M1R) salam sarane mengutuk keras aksi penganiayaan yang dialami salah satu anggotanya di kawasan Kabupaten Bekasi. Akibat kejadian itu, Wolter (korban) mengalami luka cukup parah dan terpaksa dilarikan ke rumah sakit.

Terkait kasus ini, Ketua Umum M1R salam sarane, Yopi Patty dalam keterangan tertulisnya mendesak aparat penegak hukum, dalam hal ini Polres Kabupaten Bekasi untuk segera mengungkap dalang atau otak dibalik aksi kekerasan dan penganiayaan tersebut.

“Penegakkan hukum diperlukan agar kelak tidak terjadi lagi aksi premanisme oleh kelompok ormas apapun,” katanya dikutip pada Kamis 30 Juli 2020

Yopi menegaskan, salah satu tugas ormas adalah membantu pihak aparat hukum dalam membangun ketertiban dan ketentraman di masyarakat. “Bukan justru berbuat onar atau arogan di masyarakat,” tuturnya di dampingi Sekjen DPP M1R salam sarane Maun Sangadji

Sementara itu, Kapitan DPP M1R salam sarane, Arwan Litiloly menambahkan, aparat hukum harus segera bertindak menyelesaikan masalah ini dan menghadirkan rasa keadilan.

“Kami masyarakat Ambon Maluku yang kerap di caci maki dengan kata-kata kasar oleh pelaku bisa membuat kami meradang, karena kata-kata seperti itu sangat menghina kami sebagai bagian dari warga negara Indonesia.”

Arwan menegaskan, pihaknya akan tunduk dan patuh dengan aturan hukum yang berlaku. “Kami sangat patuh dan taat hukum, namun kami juga memohon polisi benar-benar profesional dan progresif melakukan penyelesaian masalah ini secara tuntas dan adil,” tuturnya

Terpisah, kuasa hukum organisasi tersebut, Mukhlis Effendi menegaskan, pihaknya akan segera melakukan investigasi terkait kasus ini.

“Ini jelas penganiayaan, pidana murni. Karena itu kami berharap polisi bisa segera mengusut tuntas kasus ini. Saya rasa saksi dan petunjuk sudah cukup untuk dilakukan penyelidikan.” (rul/*)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here