Polres Depok Ringkus Pria Bertato yang Tinju Anak Kandung

Unit PPA Polres Metro Depok ringkus pria yang menganiaya anak kandungnya sendiri (Foto: Istimewa)
Unit PPA Polres Metro Depok ringkus pria yang menganiaya anak kandungnya sendiri (Foto: Istimewa)

DepokToday- Satuan Reskrim dari Unit PPA Polres Metro Depok akhirnya meringkus seorang pria yang tega menganiaya putra kandungnya sendiri hingga babak belur. Dari tangan pelaku, polisi juga menyita sebilah celurit.

Polisi menangkap pria pria berinisial RH itu di rumahnya, di wilayah Kampung Baru, Kecamatan Tajur Halang, Kabupaten Bogor pada Minggu 7 November 2021.

Saat diringkus polisi, pria bertato tersebut hanya bisa pasrah. Ia berdalih tega menganiaya anak kandungnya sendiri lantaran kesal.

“Dia bandel pak, nggak mau saya bilangin,” katanya saat diintrogasi petugas.

Baca Juga: Jurnalis MNC TV Iyung Pimpin Pokja Wartawan Depok, Ini Misinya

Namun petugas tentu tidak percaya begitu saja. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya itu, ia pun digiring ke Polres Metro Depok.

Ibu Korban Lapor Polres Depok, Ini Kronologinya

Diberitakan sebelumnya, nasib malang itu dialami KL bocah berusia 8 tahun. Ia terpaksa menahan sakit disekitar wajah akibat dianiaya ayah kandungnya.

KL dianiaya ayah kandungnya RH saat sedang bermain dilingkungan rumahnya di kawasan Kampung Baru, pada Jumat 5 November 2021 sore, sekira pukul 16.30. Akibatnya, bocah itu mengalami luka lebam di wajah.

“Saat sedang main, tiba-tiba anak pulang dianterin tetangga dalam kondisi kaya gini (bonyok dibagian wajah),” kata ibu korban, Hn (46 tahun) saat melapor ke Polres Metro Depok, Sabtu 6 November 2021.

Baca Juga: Ibu Paruh Baya Tewas Dalam Kecelakaan di Jalan Raya Bojongsari

Hn terpaksa melaporkan tindakan suaminya ke polisi, karena tidak terima, anaknya dibuat bonyok oleh sang suami.

“Saya nggak terima anak saya dibuat begini,” katanya.

Menurut Hn berdasar pengakuan sang anak, bocah itu dipukuli ayah kandungnya dengan menggunakan tangan kosong dan dalam kondisi mabuk.

“Katanya pakai tangan kosong, terus dijedotin ke tembok, saya nggak tau kejadiannya, yang tau cuma dia (anak dan suaminya),” ucap Hn.

Terduga pelaku yang diketahui sang ayah berinisial RH terancam Pasal 44 UU RI No. 23 Tahun 2004 tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dengan ancaman maksimal 10 tahun penjara. (rul/*)