Polisi Ultimatum Pelajar yang Berulah di Depok

Polisi sita barang bukti tawuran pelajar Depok beberapa waktu lalu (DepokToday, Rul)

MARGONDA– Polisi berhasil menggagalkan aksi tawuran yang dilakukan sejumlah pelajar di kawasan Jalan Baru Sejajar Rel, Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat pada Kamis sore, 23 Januari 2020.

Data yang berhasil dihimpun menyebutkan, rata-rata pelajar yang diamankan mengaku berasal dari salah satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) swasta, di wilayah Pancoran Mas, Depok. Dari kasus ini, polisi juga mendapati sebilah senjata tajam jenis golok yang diduga kuat bakal digunakan untuk tawuran.

Kepala Satuan Reskrim Polres Metro Depok, Komisaris Polisi Deddy Kurniawan mengungkapkan, dalam peristiwa itu pihaknya berhasil mengamankan sebanyak tujuh remaja yang rata-rata berstatus pelajar SMK. Kejadian bermula ketika pihaknya mendapat laporan dari warga adanya rombongan pelajar yang diyakini akan melakukan aksi tawuran sekira pukul 17:30 WIB.

“Setelah dilakukan pengecekan dan ternyata benar bahwa ada sejumlah pelajar SMK yang sedang menunggu atau janjian akan melakukan tawuran dengan sekolah yang akan melintas di depan rombongan pelajar tersebut,” katanya pada Jumat 24 Januari 2020

Dari tujuh remaja yang diamankan itu, salah satunya terpaksa menjalani penyelidikan lebih lanjut lantaran kedapatan menyimpan senjata tajam

“Pada kesempatan tersebut tidak jauh dari TKP terdapat satu orang remaja berinisial DA yang berjalan dengan mencurigakan dan setelah di geledah kedapatan membawa satu golok yang rencananya akan di gunakan untuk tawuran.”

Deddy mengatakan, dari hasil pemeriksaan terungkap, DA rupanya adalah remaja putus sekolah. “Dia itu sudah putus sekolah namun menggunakan seragam (celana SMK). Saat ini kasusnya sedang kami selidiki lebih lanjut,” ujarnya

Lebih lanjut Deddy mengatakan, pihaknya bakal memberikan sanksi tegas terhadap para pelajar maupun remaja yang terlibat aksi tawuran atau kasus pidana lainnya yang meresahkan masyarakat.

“Kami juga mengimbau pada Dinas Pendidikan maupun pihak sekolah agar lebih fokus pada pengawasan para remaja ini. Aksi mereka ini dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain. Saya tidak akan main-main dalam memberikan tindakan,” tegasnya. (rul/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here