Polisi Tembak Mati Dua Perampok yang Berulah Ditengah Wabah Corona

Ilustrasi senjata api (istimewa)

MARGONDA– Polisi akhirnya berhasil meringkus para pelaku pembunuhan sadis yang menewaskan seorang pedagang toko klontong di kawasan Cimanggis, Depok, Jawa Barat. Dari hasil penyelidikan terungkap, motif dibalik kasus ini ternyata adalah perampokan, bukan sekedar pembunuhan.

Hal itu diakui langsung oleh Kapolres Metro Depok, Komisaris Besar Polisi Azis Andriansyah.

“Yang pertama saya mengucapkan prihatin dulu, dimana dimasa sulit seperti ini yang membatasi kehidupannya di luar, dan sekarang isolasi di rumah guna mencegah virus Corona ternyata masih ada bagian dari masyarakat kita yang tega menyakiti satu sama lain,” kata Azis dalam keterangannya Jumat, 3 April 2020

Tak hanya melukai secara keji, para pelaku juga melakukan perampokan.

“Dan ternyata mereka bahkan telah melakukan perampokan hingga pembunuhan, menganiaya dan lain sebagainya. Karena itu kami jajaran kepolisian harus hadir untuk memastikan warga mendapat perlindungan yang baik di masa sulit seperti ini,” katanya

Dari kasus yang menewaskan Fauzan (33 tahun) itu, polisi telah meringkus enam pelaku. Dua diantaranya menjemput ajal lantaran nekat melawan petugas menggunakan senjata tajam dan pistol jenis air gun.

“ Enam pelaku ini karena melawan saat diamankan kita lakukan tindakan tegas terukur. Empat pelaku kita lumpuhkan di bagian kaki sedangkan dua pelaku lainnya, kita lakukan tindakan tegas terukur dan meninggal dunia,” tegas Azis

Untuk diketahui, peristiwa yang dialami Fauzan terjadi sekira pukul 04:00 WIB, pada Rabu 1 April 2020. Pelaku menganiaya korban menggunakan senjata tajam secara keji hingga korban tewas di lokasi kejadian, tepatnya di Jalan Putri Tunggal, Cimanggis, Depok.

Di tempat itu, pelaku menggasak uang senilai Rp 2 juta dari dalam warung korban dan perhiasan emas serta ponsel. Kasusnya ditangani Polres Metro Depok. (rul/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here