Polisi Ringkus Pelaku Tawuran Maut Antar Pelajar Depok

Kapolres Metro Depok, Kombes Azis Andriansyah (tengah) memperlihatkan senjata tajam pelaku tawuran maut antar pelajar beberapa waktu lalu (Istimewa)

MARGONDA– Pelaku tawuran yang menewaskan seorang pelajar Depok pada pekan lalu, akhirnya tertangkap. Ironisnya, mereka (tersangka) juga masih berstatus anak sekolah.

Kapolres Metro Depok, Komisaris Besar Polisi Azis Andriansyah mengungkapkan, para pelaku masing-masing berinisial AZ (17 tahun) dan MKA (17 tahun). Keduanya tercatat sebagai pelajar namun dari asal sekolah yang berbeda dengan korban.

Azis menuturkan, kejadian bermula ketika pada Selasa 27 Oktober 2020, dua kelompok dari sekolah berbeda ini janjian melalui media sosial untuk melakukan aksi saling serang atau tawuran. Dari percakapan tersebut, disepakati perkelahian itu dilakukan pada Jumat 30 Oktober 2020. Masing-masing kelompok bahkan menyiapkan perlengakapan dokumentasi.

“Dari peristiwa ini, korban meninggal akibat luka bacok pada bagian punggung. Sedangkan rekannya luka berat dan masih menjalani perawatan medis di rumah sakit,” kata Azis pada awak media, Senin 2 November 2020

Usai melukai para korbannya, kedua pelaku beserta sejumlah rekannya sempat melarikan diri.

“Satu korban atas inisial MS meninggal dunia di tempat dengan luka cukup parah yaitu robek di punggungnya hingga putus paru-parunya sebagian pembuluh jantung dan nadi-nya juga terputus, mengalami tiga luka bacok,” ucap Azis

Menarik Lainnya: Tawuran Maut di Depok, Polisi Buru ABG Ini Hingga ke Solo

Adapun AZ dan MKA berhasil dibekuk di tempat persembunyiannya masing-masing pada dinihari tadi.

“Para tersangka setelah melarikan diri segera Unit Satreskrim Polres Metro Depok melakukan pengejaran dan didapatkan mereka sedang bersembunyi di tempat saudara-saudaranya yang ada di Parung maupun yang ada di Banten.”

Dari hasil penyelidikan sementara, motif dibalik aksi tawuran mau tersebut hanya untuk gagah-gagahan.

“Motifnya saya sampaikan berulang-ulang, selalu tidak ada motif yang kuat untuk melakukan hal seperti itu, hanya sekedar iseng biar dibilang jagoan saja supaya dibilang pemberani hanya itu saja sebenarnya,” kata Azis

Atas perbuatannya itu, kedua tersangka disangkakan telah melanggar Pasal 80 junto 76 ayat 3 Undang-undang 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. Kasusnya ditangani Polres Metro Depok. (rul/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here